Bahkan, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengaku mendapat laporan bahwa banyak bus yang terpaksa jalan padahal penumpangnya masih sedikit. Budi menyatakan, ada yang cuma dapat 9 penumpang saja sekali jalan.
Dia juga mengungkapkan ada bus dari Jakarta ke arah Sumatera berangkat dengan membawa 13 orang saja. Padahal dalam satu bus AKAP bisa mengangkut 30-50 orang dalam kondisi penuh.
"Mereka memang tidak banyak angkut penumpang. Berapapun adanya dijalankan aja itu, kemarin ada yang cuma 9 orang per bus dijalankan juga. Ada juga kemarin ke Bengkulu 13 orang doang berangkat juga," ungkap Budi kepada detikcom, Rabu (13/5/2020).
"Karena memang persyaratan ketat banget," sambung Budi Setiyadi.
Kemudian Budi juga mengatakan bahwa pihaknya hanya mengizinkan satu bus beroperasi bolak-balik selama sekali sehari. Namun sejauh ini dari laporan yang didapatkan Budi, kebanyakan bus hanya mengangkut orang dari Jabodetabek ke luar daerah.
"Jadi kami hanya izinkan sekali saja sehari, bolak-balik habis itu selesai. Cuma kami lihat kebanyakan itu yang diangkut dari Jakarta dan sekitarnya ke luar daerah saja," jelas Budi.
"Kalau daerah ke sini belum ada sampai kemarin," katanya.










































