Tidak Angkut Pemudik, Bus Tetap Jalan Meski Penumpang Minim

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 13 Mei 2020 16:03 WIB
Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Istiono bersama dirjen perhubungan darat Budi Setiyadi melakukan inspeksi ke Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Sabtu (9/5/2020).
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Bus antarkota antarprovinsi (AKAP) beroperasi lagi mengangkut perjalanan bukan untuk mudik sesuai dengan Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 4 Tahun 2020. Perjalanan tersebut benar-benar sangat terbatas hanya untuk golongan tertentu saja.

Bahkan, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengaku mendapat laporan bahwa banyak bus yang terpaksa jalan padahal penumpangnya masih sedikit. Budi menyatakan, ada yang cuma dapat 9 penumpang saja sekali jalan.

Dia juga mengungkapkan ada bus dari Jakarta ke arah Sumatera berangkat dengan membawa 13 orang saja. Padahal dalam satu bus AKAP bisa mengangkut 30-50 orang dalam kondisi penuh.

"Mereka memang tidak banyak angkut penumpang. Berapapun adanya dijalankan aja itu, kemarin ada yang cuma 9 orang per bus dijalankan juga. Ada juga kemarin ke Bengkulu 13 orang doang berangkat juga," ungkap Budi kepada detikcom, Rabu (13/5/2020).


"Karena memang persyaratan ketat banget," sambung Budi Setiyadi.

Kemudian Budi juga mengatakan bahwa pihaknya hanya mengizinkan satu bus beroperasi bolak-balik selama sekali sehari. Namun sejauh ini dari laporan yang didapatkan Budi, kebanyakan bus hanya mengangkut orang dari Jabodetabek ke luar daerah.

"Jadi kami hanya izinkan sekali saja sehari, bolak-balik habis itu selesai. Cuma kami lihat kebanyakan itu yang diangkut dari Jakarta dan sekitarnya ke luar daerah saja," jelas Budi.

"Kalau daerah ke sini belum ada sampai kemarin," katanya.



Simak Video "Bus Kemenhan Terguling di GT Cililitan"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)