Resah Ormas Minta Jatah THR, Pengusaha Minta Polisi Turun Tangan

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 13 Mei 2020 16:26 WIB
THR PNS
Foto: Ilustrasi THR (Tim infografis: Fuad Hasim)
Jakarta -

Pengusaha di Bekasi, Jawa Barat, resah. Pasalnya, beredar surat berkop ormas tertentu yang meminta tunjangan hari raya (THR) ke pengusaha.

Menurut Ketua Apindo Kota Bekasi Purnomo Narmiadi, yang dikhawatirkan adalah jika tidak dituruti, akan ada pemaksaan dari para anggota ormas.

"Ada juga unsur pemaksaannya. Sampai saat ini baru suratnya, kekhawatiran pengusaha ini kalau mereka nggak diberi, takutnya ada sesuatu yang ganggu dari mereka," ujar Purnomo kepada detikcom, Rabu (13/5/2020).

Bahkan bukan cuma satu, terkadang bukan cuma satu ormas saja yang minta THR ke pengusaha. Hal seperti ini menurutnya sering terjadi saat Lebaran.

"Banyak sekali ini ormasnya, kadang yang datangi kami aja satu atau dua ormas, sering memang jelang Lebaran," ujar Purnomo.


Memang saat ini belum ada gangguan secara nyata, hanya saja Purnomo mengatakan kekhawatiran pengusaha sangat besar. Maka dari itu, dia meminta Kepolisian untuk bertindak kasus ini.

"Gangguan riil sih belum khususnya kaitan dengan keamanan, makanya pihak Polisi kami minta harus bertindak. Jangan sampai Polisi dikalahkan sama organisasi yg nggak ada tanggung jawab resmi masalah keamanan," tegas Purnomo.

Purnomo sendiri mengaku pihak pengusaha belum sempat ada yang melapor Polisi soal kasus ini. Hanya saja, kasus permintaan THR dari ormas terlanjur meledak di media sosial karena dalam surat yang beredar ada nama Kapolsek Bekasi Timur Kompol Sutoyo. Untuk itu, dia menegaskan agar Kepolisian memperdalam kasus permintaan THR dari ormas ini.

"Lapor resmi sih nggak ya, cuma kemarin katanya ada yang catut nama Kapolsek. Akhirnya, mereka diperiksa juga, nah ini kalau bisa dipertegas dan diperdalam sehingga nggak menular ke ormas lain," kata Purnomo.



Simak Video "Menaker Ingatkan Perusahaan Bayar THR Karyawan"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)