Cegah Penyebaran COVID-19, BNI Berlakukan 9 Protokol Khusus

Angga Laraspati - detikFinance
Rabu, 13 Mei 2020 21:55 WIB
BNI
Foto: dok BNI
Jakarta -

Dalam memutus rantai penyebaran virus Corona (COVID-19) berbagai cara dilakukan oleh berbagai pihak termasuk Bank BNI. Selama masa pandemi COVID-19 ini, BNI memberlakukan 9 protokol khusus bagi para nasabah dan juga pegawainya.

Dikutip dari keterangan pers resmi dari BNI, protokol khusus yang diberlakukan oleh BNI tersebut antara lain pertama, memberlakukan buka tutup outlet. Kedua, pengaturan physical distancing di Banking Hall dan ATM. Ketiga, pembersihan area kerja dan premisis sebelum dan sesudah jam kerja. Keempat, penyiapan hand sanitizer, masker, thermal gun, dan sarung tangan.

Lalu yang kelima, menjalankan protokol pemantauan kesehatan pegawai. Keenam, memberlakukan work from home. Ketujuh, melarang pegawai bepergian ke luar kota dan luar negeri. Kedelapan, pegawai tidak menggunakan alat transportasi massal untuk bekerja dan yang terakhir mendorong pemanfaatan digital channel.

BNI juga membatasi layanan selama masa pandemi kali ini, Direktur Layanan dan Jaringan BNI Adi Sulistyowati yang akrab disapa Susi mengatakan layanan perbankan tetap dapat diberikan kepada nasabah melalui channel-channel elektronik BNI setiap harinya, baik ATM, internet banking, SMS banking, mobile banking, Agen46, maupun Call Center BNI pada nomor 1500046, 7 x 24 jam. BNI juga mengoptimalkan Layanan Digital dalam pembukaan rekening atau BNI Sonic di 126 lokasi.

"Sebanyak 18.669 ATM atau CRM BNI juga siap digunakan untuk transaksi dan tersebar di lokasi strategis. Nasabah juga dapat memanfaatkan fasilitas transfer online hingga Rp 400 juta melalui BNI Mobile Banking," ujar Susi dalam keterangan tertulis, Rabu (13/5/2020).

BNI juga memprediksi akan terjadi penurunan kebutuhan akan uang tunai, namun BNI akan mengantisipasi kebutuhan akan uang tunai dengan mempersiapkan Rp 10,4 T per minggunya terhitung sejak 26 April 2020 hingga 23 Mei 2020.

Direktur Teknologi Informasi dan Operasi BNI YB Hariantono memperkirakan, kebutuhan terhadap uang tunai akan mencapai puncaknya pada periode 17 - 23 Mei 2020, atau minggu terakhir sebelum Hari Raya Idul Fitri nanti.

"Kebutuhan tersebut diperkirakan akan mencapai puncak di Minggu ke - 4 sebesar Rp 14,34 triliun," pungkasnya.



Simak Video "Berbagi Optimisme di Tengah Pandemi dengan Gerakan #AntarkanSemangat"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/hns)