ADVERTISEMENT

Airlangga Jelaskan Maksud Jokowi Berdamai dengan Corona

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 14 Mei 2020 12:45 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Foto: Screen Shot Video 20detik
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu sempat mengeluarkan pernyataan bahwa Indonesia harus berdamai dengan wabah COVID-19. Apa maksudnya?

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan saat ini seluruh negara di dunia tengah berupaya melawan wabah COVID-19. Bukan hanya wabahnya yang dilawan tapi juga dampaknya yang ditimbulkan terhadap sosial dan ekonomi.

Indonesia sendiri menuruh arahan Jokowi melawan dengan cara berdamai dengan Corona. Tujuannya untuk menyelamatkan kondisi sosial dan ekonomi.

"Disampaikan Pak Presiden bahwa yang terdampak bukan Indonesiabsendiri tapi 213 negara lain. Arahan Bapak Presideb bagaimana berdamai dengan COVID-19, sehingga sosial ekonominya dampaknya tidak dalam dan terus menerus segera bisa keluar dari situasi ini," tuturnya dalam acara Kampanye Nasional 'Bangga Buatan Indonesia', Kamis (14/5/2020).

Airlangga menambahkan, pemerintah sendiri menaruh perhatian besar untuk dunia usaha khususnya UMKM. Cara itu merupakan upaya pemerintah untuk menyelamatkan ekonomi.

Dia menjelaskan ada beberapa dukungan yang dilakukan pemerintah untuk UMKM. Pertama dari sisi pajak pemerintah memberikan subsidi.

"Omset UMKM di bawah Rp 4,8 miliar dikenakan pajak 0,5%. Itu pemerintah yabg bayar, akan disubsidi," tuturnya.

Kedua pemerintah memberikan subsidi bunga kepada pinjaman UMKM hingga Rp 500 juta. Subsidinya bulan 6% ditanggung pemerintah selama 3 bulan, dan 3% selama 3 bulan.

Sementara untuk pinjaman mikro di bawah Rp 10 juta seperti UMi dan Mekaar akan diberikan subsidi bungan 6% selama 6 bulan.

"Kalau yang menengah di atas Rp 500 juta sampai Rp 10 miliar pemerintah subsidi sebesar 3% untuk 3 bulan pertama dan 3% untuk 3 bulan kedua," tambahnya.

Pemerintah menyiapkan dana yang cukup besar untuk dukungan stimulus itu. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 34,1 triliun.



Simak Video "Airlangga: Peluang RI Dilanda Resesi Sangat Kecil"
[Gambas:Video 20detik]
(das/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT