Kepadatan Penumpang Terjadi di Bandara, Bagaimana Pelabuhan?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 14 Mei 2020 14:48 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Penumpang perjalanan khusus sempat membludak dan memadati Terminal 2E Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) hingga penuh sesak. Hal ini menjadi sorotan di tengah anjuran pembatasan fisik dan sosial demi menjaga diri dari virus Corona.

Lalu, bagaimana di pelabuhan penyeberangan, apa yang akan dilakukan pengelola untuk menghindari dan mengantisipasi terjadinya penumpang membludak seperti di bandara?

Dirut PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan protokol kesehatan yang ketat di dalam pelabuhan. Dia sendiri mengatakan, bahwa verifikasi dan pemeriksaan penumpang tidak dilakukan di pelabuhan sehingga tidak akan ada antrean atau sejenisnya di dalam pelabuhan.

"Protokol kesehatan pasti kami lakukan di dalam pelabuhan dan kapal. Terkait antisipasi pembludakan, kami tegaskan kami berbeda dari bandara. Kami checkpoint-nya di luar pelabuhan, tidak di dalam fasilitas pelabuhan," jelas Ira dalam video conference bersama wartawan, Kamis (14/5/2020).

Dia menjamin semua penumpang yang lolos dari pemeriksaan checkpoint di luar pelabuhan sudah memenuhi syarat dan terverifikasi sebagai penumpang yang boleh melakukan perjalanan khusus bukan mudik. Tanpa perlu mengantre pemeriksaan lagi, penumpang hanya tinggal membeli tiket.

"Jadi orang yang lolos dari checkpoint memang sudah oke dari checkpoint, tinggal beli tiket dan nggak akan lama prosesnya," ujar Ira.

Ira juga menyebut akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk bisa membantu mengatur aliran orang dan kendaraannya menuju pelabuhan.

"Kami juga koordinasi dengan Pemda, bagaimana aliran orang tidak membludak. Kami koordinasi agar aliran orang ke pelabuhan bisa diatur Pemda," jelas Ira.

Sebelumnya, salah seorang penumpang pesawat di Bandara Soekarno Hatta bernama Reza Fahlevi mengatakan sempat terjadi kepadatan penumpang mulai dari pintu masuk Terminal 2E dan tidak ada penerapan physical distancing.

"Begitu masuk T 2E, tidak ada kejelasan, dan dari pintu masuk sudah terjadi penumpukan tanpa adanya penerapan physical distance, saya sampai desak-desakan. Saya di airport jam 06.20 WIB," kata Reza kepada detikcom, Kamis (14/5/2020).

Reza menuturkan, meski ada petugas yang berjaga di lokasi, tidak ada upaya untuk mengatur jarak antrean para penumpang. Dia terpaksa mengantre selama kurang-lebih 1 jam untuk sampai ke check-in counter karena menunggu pemeriksaan berkas dan kesehatan yang dinilainya terlalu lama.



Simak Video "Kericuhan Penumpang Saat Urus Surat Kesehatan di Pelabuhan Parepare"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)