Hampir Kolaps, Virgin Australia akan Dibantu Queensland?

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 15 Mei 2020 12:13 WIB
Maskapai Virgin Australia kolaps akibat pandemi Corona. Saat ini, banyak armada Virgin yang dikandangkan.
Foto: AP/Darren England
Hong Kong -

Virgin Australia mendapatkan penawaran investasi dari pemerintah setempat Queensland setelah gagal mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat Australia.

Virgin Australia memang tengah diambang kebangkrutan karena tidak dapat menanggung beban finansial dari penurunan permintaan akibat pandemi Corona.

Para penjabat di negara bagian Australia, Queensland mengajukan penawaran investasi di antaranya dalam bentuk saham langsung, pinjaman, jaminan, atau insentif keuangan lainnya.

Pihak berwenang Queensland mengatakan telah menawarkan paket dukungan AU$ 200 juta setara Rp 1,9 triliun (kurs Rp 9.500/AU$). Tetapi bantuan itu bergantung pada dukungan dari pemerintah federal.

Bendahara Queensland Cameron Dick mengatakan pihaknya memfokuskan dukungan di sektor penerbangan guna mempertahankan dan menciptakan lapangan kerja di Queensland, terutama ketika di tengah krisis COVID-19.

"Kami memiliki kesempatan untuk mempertahankan tidak hanya kantor pusat dan staf kru di Queensland, tetapi juga untuk menumbuhkan pekerjaan di sektor perbaikan, pemeliharaan dan mendukung pekerjaan di sektor pariwisata kami," kata Bendahara Queensland Cameron Dick. Dikutip dari CNN, Jumat (15/5/2020).

Queensland adalah daerah yang sangat bergantung pada pariwisata regional. Negara bagian timur laut ini, biasanya menarik pelancong ke tujuan-tujuan utama seperti Brisbane, Kepulauan Whitsunday dan Great Barrier Reef, sekarang memiliki tingkat pengangguran tertinggi kedua dari semua negara bagian dan teritori di Australia.

Sebelumnya, otoritas federal di Australia telah menolak untuk campur tangan secara langsung terhadap masalah sektor penerbangan. Mereka mengatakan bahwa lebih baik sektor swasta untuk memberikan solusi.

"Pemerintah federal tidak berwenang dalam bisnis maskapai penerbangan," kata Bendahara Federal, Josh Frydenberg.


"Kami ingin pasar penerbangan kompetitif di Australia. Kami ingin melihat dua maskapai ini Virgin Australia dan maskapai penerbangan Qantas (QABSY) dapat bersaing. Kami harap maskapai penerbangan komersial yang dapat berdiri sendiri dan mempekerjakan ribuan warga Australia," tambah Frydenberg.

Virgin Australia mengajukan administrasi bulan lalu, sehari setelah pendiri Richard Branson memohon pemerintah Australia untuk turun tangan dan membantu perusahaan penerbangan tersebut.

Salah satu orang terkaya di dunia ini mengaku telah menginvestasikan US$ 250 juta dan menjaminkan pulau pribadinya, Necker Island, di Karibia untuk dijadikan dana bantun ke Virgin Group.



Simak Video "Pasien Corona di Mamuju Kabur: Dijemput Petugas, Dilawan Keluarga!"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)