Lagi Murah, Saham Boeing Hingga Facebook Diborong Arab Saudi

Trio Hamdani - detikFinance
Minggu, 17 Mei 2020 15:50 WIB
Boeing sementara akan menutup sementara pabriknya di Washington untuk mengurangi penyebaran virus corona (COVID-19). Penutupan berlangsung selama 14 hari.
Ilustrasi/Foto: AP/Ted S. Warren
Jakarta -

Arab Saudi memborong saham di perusahaan-perusahaan ternama Amerika Serikat (AS) menggunakan Dana Investasi Publik atau Public Investment Fund (PIF). Melalui dana tersebut, Arab Saudi membeli saham minoritas, yang di antaranya Boeing, Facebook dan Citigroup.

Dikutip detikcom dari Reuters, Minggu (17/5/2020), Dana Investasi Publik senilai US$ 300 miliar, setara Rp 4.500 triliun (kurs Rp 15.000/US$) disiapkan untuk membeli saham minoritas di perusahaan-perusahaan di seluruh dunia dalam rangka mengambil keuntungan dari krisis pasar yang diakibatkan pandemi COVID-19.

PIF mencatatkan pembelian saham senilai US$ 713,7 juta di Boeing, US$ 522 juta di Citigroup, US$ 522 juta di Facebook, US$ 495,8 juta di Disney, dan US$ 487,6 juta di Bank of America, dan the U.S. Securities and Exchange Commission (SEC).

PIF juga tercatat memiliki hampir US$ 514 juta saham di Marriott, dan kepemilikan kecil di Berkshire Hathaway, menurut pengajuan. PIF juga memiliki US$ 827,7 juta saham di perusahaan minyak BP, milik American Depository Receipts (ADRs) yang terdaftar di Amerika Serikat.

"Dana pemerintah Saudi dibelanjakan di Q1 (kuartal pertama)," kata Ali Al-Salim, co-founder dari perusahaan konsultan yang berbasis di Dubai Arkan Partners.

Strategi PIF adalah membangun portofolio investasi internasional dan berinvestasi di perusahaan lokal dalam proyek-proyek yang akan membantu mengurangi ketergantungan Arab Saudi pada minyak.

"PIF adalah investor yang sabar dengan cakrawala jangka panjang. Dengan demikian, kami secara aktif mencari peluang strategis baik di Arab Saudi dan global yang memiliki potensi kuat untuk menghasilkan pengembalian jangka panjang yang signifikan, sambil lebih jauh memberi manfaat bagi masyarakat Arab Saudi dan mendorong pertumbuhan ekonomi negara itu," kata pihak PIF dalam sebuah pernyataan.

"Peluang ini mencakup sektor dan perusahaan yang berada dalam posisi yang baik untuk mendorong ekonomi dan memimpin sektor bergerak maju," tambahnya.



Simak Video "WHO Dukung Kebijakan Saudi Buka Ibadah Haji 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/eds)