Tak Semua BUMN Perlu 'Suntikan' Negara, Dahlan Ungkap Alasannya

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 18 Mei 2020 15:29 WIB
Mantan Dirut PLN yang juga mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan. Dahlan diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan 21 gardu listrik di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara pada 2011-2013. Lamhot Aritonang/detikcom.
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menilai tidak perlu semua BUMN dapat penyertaan modal negara (PMN). Hanya ada 4 sektor BUMN yang dinilai perlu mendapatkan modal tersebut.

"Tentang ketahanan kalau saya yang penting ketahanan persenjataan, ketahanan pangan, ketahanan energi dan ketahanan moneter dalam kaitannya dengan perbankan. Sehingga 4 ini saja (yang harus mendapat PMN)," kata Dahlan dalam diskusi virtual bersama LP3ES, Senin (18/5/2020).

Masing-masing BUMN dinilai harus introspeksi apakah masuk dalam 4 sektor tersebut. Jika tidak, maka seharusnya tidak perlu menerima PMN dan keberlangsungan perusahaan harus dipikirkan. Jika memang tetap mau lanjut, harus betul-betul jadi bisnis yang sangat menguntungkan.

"Kalau tidak masuk dalam 4 itu maka harus resmi bisnis dan laba. Kalau tetap mau dipertahankan harus jadi bisnis yang sangat bagus, kalau tidak, lepas, daripada menghabiskan energi dan tidak boleh menerima PMN," ucapnya.

Dahlan menyampaikan aspirasi masyarakat. Seharusnya BUMN menyumbang untuk negara, bukan justru meminta uang untuk negara.

"Kalau ada yang menerima PMN itu perasaannya, loh BUMN kan harusnya nyumbang untuk negara kok malah minta uang negara. Itu perasaan rakyat pada umumnya," ujarnya.



Simak Video "Dahlan Iskan Berharap Dokter Tidak Berhenti Sebagai Ilmuwan"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)