Kemendag Klaim Beras Medium Sesuai HET

Vadhia Lidyana - detikFinance
Senin, 18 Mei 2020 16:32 WIB
Beras medium dan premium
Foto: Citra Fitri Mardiana/detikFinance
Jakarta -

Harga beras medium masih betah di atas harga eceran tertinggi (HET) meski sudah memasuki panen raya. Kenaikan ini sempat terjadi di sepanjang tahun 2019.

Cuma, menurut Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga, harga beras medium yang ada di pasar-pasar tradisional dan juga gerai-gerai ritel modern sudah menyesuaikan HET.

"Setahu kami dan yang kami temukan dalam kunjungan-kunjungan, baik operasi pasar, dan kunjungan rutin maupun kunjungan ke pemerintah daerah (pemda) dan didampingi pemimpin daerah ke pasar-pasar yang menjual barang-barang, sepemantauan kami itu sesuai dengan HET," kata Jerry dalam diskusi online P2N PBNU, Senin (18/5/2020).

Jerry mengatakan, pemerintah sudah menugaskan Perum Bulog untuk terus memasok beras medium ke pasar-pasar tradisional, agen/mitra Bulog, dan juga ritel-ritel modern. Hal tersebut dilakukan untuk menstabilisasi harga beras medium.

"Rata-rata realisasi Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) 2020 itu 6.406 ton per hari kerja. Penyaluran tersebut dilakukan melalui distribusi besar dan atau mitra Bulog, serta ritel modern anggota Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia) dengan harga jual di tingkat konsumen maksimal sesuai HET di masing-masing wilayah," terang Jerry.


Ia mengungkapkan, jika ada pedagang yang menjual beras medium di atas HET akan ditindak langsung oleh Satgas Pangan Polri.

"Kami bersama dengan Satgas Pangan bersama-sama melihat itu, ketika ada yang terbukti tidak sesuai dengan apa yang disebutkan tadi ya memang akan langsung diserahkan pada Satgas Pangan karena eksekusinya di sana," tegasnya.

Selain itu, ia juga meminta masyarakat turut aktif melaporkan jika ada pedagang yang menjual beras medium di atas HET. "Beri tahu kami, di mana, siapa, yang tidak sesuai dengan HET," pungkasnya.

Sebagai informasi, harga beras untuk kualitas medium hari ini secara nasional tembus Rp 12.000-12.150/kg. Sementara, menurut Peraturan Menteri Perdagangan nomor 57 tahun 2017, HET beras medium untuk wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan (Sumsel), Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi adalah Rp 9.450/kg. Sedangkan, untuk wilayah Sumatera selain Sumsel, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kalimantan, HET beras medium Rp 9.950/kg. Kemudian, untuk wilayah Maluku dan Papua, HET beras medium Rp 10.250/kg.



Simak Video "Lewat ATM Beras, Kementan Jangkau 1.000 KK Per Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)