Dahlan Iskan dan Tanri Abeng Blak-blakan soal Kondisi BUMN

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 19 Mei 2020 05:42 WIB
Gedung Kementerian BUMN
Foto: Hendra Kusuma-detikFinance

BUMN Pangan Kalah dengan Bakso Blok S

Dahlan menyebut BUMN pangan selain Perum Bulog masih lemah. Bahkan saking lemahnya kalah dengan bakso di Blok S karena BUMN tersebut terlalu kecil.

"Agak memalukan menurut saya kalau BUMN kuat di bidang yang tidak terlalu terkait dengan ketahanan negara tapi sangat lemah yang justru secara langsung terkait dengan kepentingan publik. Misalnya waktu itu saya sangat prihatin bahwa BUMN di bidang pangan kalah dengan bakso Blok S saking kecilnya dan saking jeleknya," kata Dahlan melalui telekonferensi, Senin (18/5/2020).

Dahlan tidak menyebut siapa BUMN yang dimaksud. Namun alasan itulah yang membuatnya merasa gagal menjadi Menteri BUMN selama menjabat pada periode 2011-2014 lalu.

"Sebetulnya saya merasa gagal ketika jadi menteri adalah ketika mendorong agar BUMN mempunyai perusahaan di bidang pangan yang seraksasanya. BUMN ini kan milik negara sedangkan pangan adalah ketahanan negara seharusnya jangan sampai BUMN di bidang pangan lebih kecil dibanding BUMN yang di bidang bisnis pada umumnya yang semua orang sudah melakukan," ucapnya.

Selain itu dalam hal ekspor BUMN dinilai masih lemah. Padahal jika mau, Indonesia bisa didorong menjadi penghasil buah tropis besar dan bisa diekspor seperti yang dulu ia lakukan.

"BUMN sangat lemah di bidang ekspor ini. Karena itu waktu itu saya menyampaikan bahwa kita harus membuat perkebunan durian 5.000 hektar (Ha), perkebunan pisang 5.000 Ha. Pokoknya buah tropis harus menjadi andalan Indonesia. Maka Keunggulan Indonesia yang wilayahnya panjang sekali dari barat sampai ke timur yang berada di area tropis, kenapa tidak produksi buah tropis besaran," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4


Simak Video "Erick Thohir Beberkan Biang Kerok Tagihan Listrik Membengkak"
[Gambas:Video 20detik]