Biang Kerok Harga Gula Mahal Terbongkar

Vadhia Lidyana - detikFinance
Kamis, 21 Mei 2020 08:00 WIB
Harga gula pasir di Palopo Tembus Rp 18.000/Kg
Ilustrasi/Foto: Muhammad Riyas/detikcom
Jakarta -

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) membongkar permainan kotor dari distributor gula yang menyebabkan harga gula melambung tinggi. Distributor tersebut ialah PT PAP.

Kemendag lalu melakukan sidak ke lokasi penyimpanan gula PT PAP yang berada di gudang produsen PT Kebon Agung di Jalan Kebon Agung, Kabupaten Malang. Dalam penyidakan itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto menemukan 300 ton gula milik PT PAP masih tersisa. Namun ternyata, angka tersebut hanya sebagian kecil dari keseluruhan gula yang telah dijual PT PAP dengan melanggar ketentuan pemerintah.

Berdasarkan keterangan resmi Kemendag, PT PAP diduga telah menjual ribuan ton gula ke distributor lainnya hingga beberapa lapis distributor dengan harga Rp 13.000/kg, jauh di atas harga acuan konsumen. Modus penjualan itu dilakukan ke distributor lainnya hingga mencapai 4-5 jalur distribusi sebelum gula dijual ke pengecer.

Tak hanya itu, Kemendag juga mengatakan PT PAP ini menjual gula di atas HET ke lintas provinsi di wilayah Indonesia seperti ke Maluku dan Kalimantan. Menurut Agus, aksi ini mengakibatkan harga gula sempat melambung ke level Rp 18.000-22.000/kg.

"Hasil pengawasan barang beredar Ditjen PKTN Kemendag ditemukan penjualan gula dari distributor 1 ke distributor ke-2 gula hingga distributor ke distributor ke-3 dan distributor ke-4 bahkan dijual lintas provinsi dengan harga yang sudah mencapai Rp 13.000/kg," ujar Agus dalam keterangan tertulis Kemendag, Rabu (20/5/2020).

PT PAP adalah distributor 1 dari PT Kebon Agung yang merupakan produsen gula tebu rakyat. Pada Februari 2020 lalu, PT Kebon Agung diberikan penugasan impor gula kristal mentah atau raw sugar sebanyak 21.000 ton karena di Indonesia kala itu belum memasuki masa panen tebu. Gula 21.000 ton tersebut kemudian diolah menjadi gula kristal putih (GKP) dan dijual pada distributor seharga Rp 11.200/kg.

Namun, oleh distributor dijual lagi dengan harga di atas HET. Bahkan, menurut Agus ada beberapa distributor yang juga memanfaatkan kondisi pandemi ini dengan menahan stok untuk memperpanjang rantai pasok sehingga harga gula makin tidak terkendali.

Indonesia Terserah

Berlanjut di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2