Sikap Plin-plan Pemerintah Tentukan Libur Cuti Bersama

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 22 Mei 2020 07:02 WIB
Libur panjang dan cuti bersama Lebaran telah usai. Sebagian warga Jakarta pun sudah mulai beraktivitas seperti biasa. Seperti terliat di Stasiun Palmerah, Jakarta Pusat, Jumat (24/07/2015). Riuh kembali menyapa ibu kota Jakarta yang menjadi tiang sandaran hidup puluhan ribu pekerja. Rengga Sancaya/detikcom.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Untuk kesekian kalinya pemerintah kembali merevisi jadwal cuti bersama Lebaran tahun ini. Sikap pemerintah bisa disebut plin-plan.

Ekonom dari Institute for Development of Economics & Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai kebijakan maju-mundur itu bukan hanya membingungkan PNS dan BUMN tapi juga pengusaha dan pekerja swasta.

"BUMN terutama kan sering jadi rujukan pengusaha swasta kapan cutinya. Kalau tidak konsisten begini pengusaha juga repot buat perencanaan cuti untuk karyawannya," tuturnya kepada detikcom, Kamis (21/5/2020).

Jika sudah membuat bingung dunia usaha tentu akan memberikan sentimen negatif untuk investasi. Bhima menilai sikap plin-plan pemerintah akan menimbulkan dampak buruk.

"Rencana plin-plan ini juga sangat buruk bagi investasi. Inkonsistensi pemerintah bisa diartikan kalau bikin kebijakan suka berubah-ubah tanpa ada dasar yang jelas," tuturnya.


"Bisa dibayangkan ada investor mau masuk ke Indonesia, liat kebijakan cuti saja nggak konsisten. Jangan salahkan mereka cari negara lain karena kebijakannya lebih konsisten, regulasi tidak suka berubah-ubah sendiri," tambah Bhima.

Mau tahu berapa kali pemerintah plin-plan? Baca di halaman selanjutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2