Bisnis Fashion AS Ramai-ramai Gulung Tikar, Jutaan Pekerja Jadi Korban

Soraya Novika - detikFinance
Jumat, 22 Mei 2020 11:42 WIB
Sepanjang 2019 diprediksi akan ada 12.000 gerai ritel yang tutup di Amerika Serikat (AS) seperti dikutip dari CNBC. Berikut 10 merek di antaranya.
Foto: Istimewa
Jakarta -

Sejak merebaknya pandemi Corona (COVID-19) pada awal Maret lalu, banyak bisnis ritel di AS yang gulung tikar. Ini menyebabkan jutaan orang di bisnis ini kehilangan pekerjaannya alias jadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan dirumahkan.

Beberapa perusahaan ritel yang jatuh bangkrut karena Corona di antaranya ada Pier 1, Modell, Grocer Earth Fare, J.C. Penney dan Centric Brands. Ada juga Gymboree dan Payless ShoeSource, meski sempat keluar dari kebangkrutan, akan tetapi keduanya kini kembali jatuh lagi ke lingkaran tersebut.

Tantangan utama yang tengah dihadapi peritel saat ini adalah karena semakin banyaknya pembeli yang beralih meninggalkan kegiatan belanja di mal kepada belanja online. Ditambah lagi, bank ogah memberi pinjaman kepada peritel sebab mereka pun kini tengah berjuang melawan Corona.

Tak hanya itu, kekhawatiran atas gelombang kedua virus Corona juga turut menghantui saat banyak negara mulai melonggarkan pembatasan sosial mereka. Hal ini membuat para analis yakin bahwa bisnis ritel bakal sulit pulih apabila ada gelombang kedua Corona.


"Sulit bagi saya untuk membayangkan keberhasilan perusahaan (ritel) keluar dari kebangkrutan mereka saat ada gelombang kedua pandemi ini," ujar Penasihat Praktek Restrukturisasi dan Penyelesaian Sengketa CohnReznick, Eric Danner dikutip dari CNBC, Jumat (22/5/2020).

Sejauh ini, jumlah rencana likuidasi (gulung tikar) dari peritel yang bangkrut sebenarnya belum melampaui catatan tahun-tahun sebelumnya. Menurut Debtwire, baru ada 5 dari 15 peritel sudah mengumumkan rencana likuidasi tersebut. Tahun lalu, ada 16 dari 25 peritel yang melikuidasi perusahaannya. Tahun sebelumnya, ada 11 dari 23 peritel yang gulung tikar. Akan tetapi, catatan ini baru mencapai laporan di bulan Mei 2020. Dampaknya baru mulai terasa.

Adapun 5 perusahaan ritel yang sudah gulung tikar itu di antaranya Neiman Marcus, J. Crew, Stage Stores, J.C. Penney dan Centric Brands. Ke depan, masih banyak lagi yang diperkirakan bakal bernasib serupa.



Simak Video "Warung Diharapkan Tak Cuma Jualan di Kampung, Tapi Berani e-Commerce"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)