New Normal Diterapkan, Gaji Karyawan Bakal Utuh Lagi?

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 26 Mei 2020 15:36 WIB
Ilustrasi THR
Foto: shutterstock
Jakarta -

Kementerian Kesehatan telah menerbitkan skenario new normal di tengah krisis pandemi COVID-19. Skenario new normal ini berlaku khusus untuk pelaku usaha dan karyawan. Dengan demikian, bisnis diizinkan berjalan kembali namun tetap harus mengedepankan pencegahan penyebaran COVID-19.

Bisnis yang berjalan kembali tentu memberi kesempatan bagi para pelaku usaha untuk meraup pendapatan dan keuntungan seperti sedia kala. Lalu, bagaimana dengan karyawan? Apakah otomatis bakal menerima gaji utuh seperti sebelumnya?

Menurut Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani soal gaji karyawan tentu wewenangnya dikembalikan kepada masing-masing pelaku usaha tersebut. Dilihat pula dari seberapa besar dampak yang ditanggung pelaku usaha tersebut.

"itu kan tergantung perusahaan masing-masing ya, kita tidak bisa menggeneralisir, jadi tergantung kemampuan perusahaan," kata Shinta kepada detikcom, Selasa (26/5/2020).

Salah satunya untuk lini bisnis perhotelan, katanya, untuk lini bisnis ini tentu perlu penyesuaian yang cukup lama. Sebab tak mungkin begitu new normal, orang langsung berbondong-bondong mengisi hotel seperti sebelumnya.

"Walaupun new normal misalnya hotel, dia tidak mungkin mendapatkan okupansi yang cukup, pasti karyawan yang dirumahkan itu saya rasa tidak mungkin dipekerjakan kembali seluruhnya, jadi ini tergantung daripada perusahaannya, jenisnya seperti apa, apakah pendapatnya bisa masuk kembali, seperti hotel sih akan makan waktu cukup lama jadi tidak mungkin itu bisa dilakukan," terangnya.

Sebagaimana diketahui, sejak diserang pandemi tak sedikit pekerja di Indonesia terpaksa dirumahkan (tanpa gaji) hingga terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Berdasarkan data terakhir Kementerian Ketenagakerjaan per 1 Mei 2020 lalu, total pekerja/buruh/tenaga kerja yang dirumahkan dan kena PHK naik menjadi sekitar 1,7 juta orang. Di mana, sebanyak 1.032.160 pekerja di antaranya berasal dari sektor formal dan 314.833 pekerja lainnya berasal dari sektor informal. Adapun jumlah pekerja yang dirumahkan mencapai 1.347.793, sedangkan yang di-PHK mencapai 375.165 pekerja.



Simak Video "Polisi di Sultra Rela Sisihkan Gaji untuk Warga Terdampak Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)