New Normal Bikin Ekonomi Kembali Normal?

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 26 Mei 2020 20:00 WIB
Summarecon Mall Bekasi bakal segera beroperasi penuh. Hal itu dilakukan secara bertahap mulai 8 Juni 2020. Berikut suasana terkininya.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Pemerintah menyiapkan skenario new normal untuk hidup berdampingan dengan pandemi virus Corona (COVID-19). Diharapkan aktivitas bisnis bisa tetap berjalan sehingga laju perekonomian Indonesia terus bergerak.

Namun Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah menilai era new normal dengan mencabut Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tak akan mengembalikan ekonomi menjadi normal selama pandemi masih mengintai.

"Pelonggaran ini sekali lagi memang tidak akan mengembalikan ekonomi seperti normal sebelum wabah terjadi," kata Piter kepada detikcom, Selasa (26/5/2020).

Cara itu hanya bisa membantu aktivitas ekonomi berjalan secara bertahap dengan catatan masyarakat harus disiplin menerapkan protokol kesehatan agar tak terjadi gelombang kedua Corona.

"Ukuran keberhasilannya (new normal) adalah Masyarakat bisa beraktivitas dengan menerapkan protokol kesehatan, sehingga ekonomi bisa secara bertahap berjalan kembali. Sementara penyebaran wabah tetap bisa dikendalikan, tidak terjadi ledakan korban," ucapnya.

Piter menilai penerapan new normal berisiko menimbulkan penyebaran Corona sangat besar karena dilakukan saat kurva penularan belum landai. Penerapan new normal dinilai akan berjalan efektif jika masyarakat disiplin mengikuti anjuran pemerintah.

"Kita hanya bisa berharap kita semua bisa disiplin melaksanakan protokol ini. Kata kuncinya ada di disiplin masyarakat. PSBB tanpa kedisiplinan sama saja bohong. Sementara pelonggaran PSBB, membuka kembali aktivitas ekonomi yang diikuti kedisiplinan bisa jadi solusi tanpa harus diikuti ledakan penularan," imbuhnya.



Simak Video " Ini Aturan New Normal bagi Karyawan"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)