Updated

Pemerintah Siapkan Skenario Pelaksanaan Protokol New Normal

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 27 Mei 2020 16:47 WIB
Rencana penerapan new normal membawa harapan baru bagi perekonomian Indonesia. Penerapan new normal dipandang sebagai upaya adaptasi di tengah pandemi COVID-19.
Foto: Pradita Utama

Menurut Data Epidemiologi BNPB yang dipaparkan Airlangga, setidaknya ada 110 Kabupaten/Kota yang belum pernah terinfeksi COVID-19 atau sudah tidak ada kasus positif. Kemudian berdasarkan data Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) setidaknya ada 8 pula Daerah/Wilayah dengan daya tular

Ada juga Daerah/Wilayah yang menurut analisis tren yaitu Semarang (Jawa Tengah) dan berdasarkan analisis tingkat Kelurahan/Desa Gubernur Jawa Barat, sebagian Jawa Barat yang berada sekitar Jakarta dengan kontribusi ekonomi yang signifikan siap dibuka.

Untuk itu, Kepala Daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forminda), kata Airlangga, akan segera menyusun protokol dan menguji secara seksama di lapangan sebelum membuka kegiatan, menyiapkan prasyarat Kesehatan yang dikoordinasikan oleh Menteri Kesehatan, dan menyiapkan prakondisi lainnya dan langkah cepat untuk memperketat kembali aktivitas jika diharuskan.

"Upaya yang harus dilakukan adalah mempertahankan wilayah yang berstatus zona hijau ini agar tetap terbebas dari penyebaran COVID-19 serta memulihkan kembali kegiatan ekonomi namun tetap memperhatikan penerapan protokol normal baru (new normal," imbuhnya.

Terakhir, Airlangga menekankan, meski akan berganti kepada protokol new normal, ada beberapa aturan PSBB yang bakal terus diterapkan di masa mendatang meliputi: (i) Memastikan membersihkan tangan dengan sabun dan air bersih; (ii) Menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah; (iii) Menerapkan physical distancing (1.5-2 m); (iv) Isolasi mandiri jika terpapar kasus positif dan sakit; dan (v) Pengecekan suhu di setiap Gedung.

Halaman

(fdl/fdl)