New Normal, Taruna di Kemenhub Mulai Masuk Bertahap

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 29 Mei 2020 16:55 WIB
BPSDM
Foto: Dok. BPSDM Kemenhub
Jakarta -

Kegiatan belajar mengajar pada Sekolah Badan Pengembangan SDM Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan akan masuk kampus secara bertahap dari awal Juni 2020 ini.

Kepala BPSDM Perhubungan, Sugihardjo mengatakan kembalinya taruna ke lingkungan kampus akan menggunakan pendekatan the new normal on campus yaitu kegiatan kampus yang kembali aktif seperti kondisi sebelum terjadinya Pandemi COVID-19 dengan beberapa penyesuaian kegiatan, serta menerapkan protokol kesehatan dan manajemen resiko Pencegahan Penyebaran COVID-19.

Protokol kesehatan dilaksanakan mulai dari taruna berangkat dari rumah sampai dengan tibanya di kampus dan selama berada di lingkungan kampus baik di asrama, kelas, laboratorium dan fasilitas pendidikan lainnya.

"Kemarin kami menggelar Rapat Pimpinan BPSDMP secara virtual bersama seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan BPSDMP untuk memastikan kesiapan masing-masing dalam memulai new normal on campus. Rencananya kedatangan taruna ke asrama akan dilakukan secara bertahap mulai dari 2 Juni 2020, tentunya dengan menerapkan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19 di Area Pendidikan," ucap Sugihardjod dalam keterangannya, Jumat (29/5/2020).

Sugihardjo menambahkan, kembalinya taruna secara bertahap dan terjadwal dilakukan dengan pertimbangan agar taruna tidak berkumpul dalam jumlah yang besar ketika akan dilakukan pemeriksaan kesehatan setibanya di kampus. Hal lain yang menjadi pertimbangan juga adalah adanya pembatasan kapasitas angkut moda transportasi serta penerapan PSBB yang berlaku di beberapa wilayah dimana kampus berada.

"Proses kembalinya taruna ke lingkungan kampus akan kami laksanakan sesuai Protokol Pencegahan Penyebaran Covid-19. Untuk kelancarannya, kami telah berkordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan Pandemi Covid-19 pada masing-masing daerah. Harapan kami, kembalinya taruna ke kampus dapat terkoordinir dengan baik. Meski telah dibuat jadwal secara rinci, namun pada pelaksanaannya waktu kembalinya taruna ke kampus dapat menyesuaikan dengan kondisi dan kebijakan Pemerintah Daerah setempat", ungkap Sugihardjo.

Sugihardjo memaparkan langkah-langkah persiapan yang telah dilakukan dalam rangka kembalinya taruna ke lingkungan kampus sebagai berikut:

  1. Perguruan Tinggi dan Lembaga Diklat melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan Pandemi Covid-19 di masing-masing daerah;
  2. Perguruan Tinggi dan Lembaga Diklat menyiapkan Sarana dan Prasarana Pendidikan di lingkungan kampus seperti: Asrama Taruna, Ruang Pemeriksaan Kesehatan dan Petugas Kesehatan, Ruang Isolasi dan Pedoman dan Instruksi Kerja dalam pelaksanaan penerimaan kembali Taruna/i di kampus;
  3. Taruna/i dan Peserta Didik kembali ke kampus sesuai jadwal yang sudah ditentukan dengan membawa hasil tes kesehatan minimal 7 (tujuh) hari sebelum kembali ke kampus. (Catatan: Jadwal dapat berubah menyesuaikan dengan kondisi dan kebijakan Pemerintah Daerah setempat);
  4. Taruna/i dan Peserta Didik yang akan kembali ke kampus diwajibkan untuk membuat dokumentasi perjalanan dengan tetap melaksanakan social distancing selama perjalanan dari rumah ke kampus dan melaporkan dokumentasi dimaksud pada saat Taruna/i dan Peserta Didik tiba dikampus;
  5. Taruna/i dan Peserta Didik yang tiba di kampus akan menjalani Rapid Test sesuai dengan pedoman pemeriksaan dari Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas Penangangan Pandemi Covid-19;
  6. Taruna/i dan Peserta Didik yang telah melaksanakan Rapid Test dan dinyatakan Non Reaktif akan langsung ditempatkan di asrama kampus sedangkan bagi Taruna/i dan Peserta Didik yang dinyatakan Reaktif akan ditempatkan di Ruang Isolasi untuk selanjutnya dilaporkan kepada Dinas Kesehatan atau Gugus Tugas Penanganan Covid-19 untuk di lakukan pemeriksaan PCR.

"Kami akan memastikan prosedur kembalinya taruna ke lingkungan kampus terlaksana dengan baik. Bapak Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi telah memberikan arahan agar betul-betul memperhatikan dan melaksanakan Protokol Kesehatan Pencegahan Penyebaran Covid-19 bagi para taruna dalam proses kembalinya taruna ke kampus karena jumlah taruna yang tidak sedikit tentu menuntut kerja keras dan ketelitian serta kedisiplinan", tambah Sugihardjo.

Sebelumnya sejak 15 Maret 2020, BPSDM Perhubungan telah memulangkan taruna ke rumah masing-masing, untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan kampus dan menerapkan Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kepada para taruna secara online. Selanjutnya, Sugihardjo menjelaskan secara rinci jadwal kedatangan Taruna sebagai berikut:

  1. Sekolah Matra Darat yaitu Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD mulai tanggal 15 Juni 2020; Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan Tegal Gelombang I tanggal 2 Juni 2020 Gelombang II tanggal 1 Juli 2020, dan Gelombang III tanggal 15 Juli 2020; Politeknik Perkeretaan Indonesia Madiun mulai tanggal 15 Juni 2020; Politeknik Transportasi Darat Bali mulai tanggal 15 Juni 2020; Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan Palembang mulai tanggal 15 Juni 2020; dan Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat Mempawah mulai tanggal 2 Juni s.d 15 Juni 2020.
  2. Sekolah Matra Laut, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta mulai tanggal 5 Juni 2020; Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang mulai tanggal 3 Juni s.d 15 Juni 2020; PIP Makassar mulai tanggal 2 Juni s.d 5 Juni 2020 bagi taruna semester 4 dan 8, dan tanggal 3 Agustus 2020 bagi taruna semester 2 dan 7; Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya mulai tanggal 3 s.d 4 Juni 2020 bagi taruna tingkat I dan 5 s.d 6 Juni 2020 bagi taruna tingkat II; Poltekpel Malahayati Aceh mulai tanggal 2 Juni 2020; Poltekpel Sumatera Barat mulai tanggal 2 s.d 6 Juni 2020; Poltekpel Banten mulai tanggal 2 s.d 8 Juni 2020; Poltekpel Barombong mulai tanggal 2 s.d 7 Juni 2020; Poltekpel Sulawesi Utara mulai tanggal 3 s.d 5 Juni 2020; dan Poltekpel Sorong mulai tanggal 2 Juni 2020.
  3. Sekolah Matra Udara, Politeknik Penerbangan Indonesia Curug taruna kembali ke kampus mulai tanggal 2 s.d 6 Juni 2020; Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Medan mulai tanggal 29 Mei s.d 2 Juni 2020; Poltekbang Surabaya gelombang I tanggal 15 Juni 2020, gelombang II tanggal 18 Juni 2020, gelombang III tanggal 6 Juli 2020, dan gelombang IV tanggal 20 Juli 2020; Poltekbang Makassar gelombang I tanggal 2 Juni 2020, gelombang II tanggal 6 Juni 2020, gelombang III tanggal 10 Juni 2020, dan gelombang IV tanggal 14 Juni 2020; Poltekbang Jayapura mulai tanggal 5 Juli 2020; dan Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi mulai tanggal 2 s.d 5 Juni 2020.

Sugihardjo mengungkapkan bahwa BPSDM Perhubungan juga akan membuka penerimaan calon taruna baru tahun 2020 Pola Pembibitan (ikatan dinas), sesuai dengan Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) nomor B/435/M.SM.01.00/2020.

"BPSDM Perhubungan akan membuka penerimaan calon taruna baru untuk 18 Sekolah Transportasi, rencananya pendaftaran akan dibuka mulai tanggal 8 s.d 27 Juni 2020 melalui website SSCASN-BKN dengan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar pada bulan Juli 2020", tutur Sugihardjo.

Berikut daftar Sekolah Kedinasan di Lingkungan Kementerian Perhubungan yang akan membuka pendaftaran Sipencatar 2020 Pola Pembibitan. Pada Matra Darat yaitu Politeknik Transportasi Darat Indonesia-STTD Bekasi, Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan Tegal, Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan Palembang, Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun, dan Politeknik Transportasi Darat Bali. Untuk Matra Laut yaitu, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta, Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, PIP Makassar, Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya, Poltekpel Sumbar, Poltekpel Aceh, dan Poltekpel Banten. Sedangkan untuk Matra Udara yaitu, Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya, Poltekbang Makassar, Poltekbang Medan, Poltekbang Palembang, dan Poltekbang Jayapura.

"Dengan dibukanya penerimaan calon taruna baru tahun 2020 pola pembibitan ini dapat memberikan kesempatan bagi para putra putri terbaik bangsa untuk mengenyam pendidikan pada sekolah-sekolah di lingkungan Kementerian Perhubungan", tutup Sugihardjo.



Simak Video "Kemenhub Bicara Perbedaan Aturan Bagi Calon Penumpang di Tiap Bandara"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)