Karyawan Ramai-ramai Banting Setir Jadi Pengusaha Gegara PHK

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 31 Mei 2020 21:00 WIB
Ilustrasi PHK
Foto: Ilustrasi PHK (Tim Infografis: Zaki Alfarabi)
Jakarta -

Selama ada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilarang menggelar resepsi pernikahan. Hal itu berdampak kepada pekerja Wedding Organizer (WO) yang menganggur karena tak ada acara yang berlangsung.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pernikahan Indonesia, Andie Oyong mengatakan pekerja di industri pernikahan terpaksa harus dirumahkan hingga dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Mengingat tidak ada yang dikerjakan selama resepsi pernikahan dilarang digelar.

"(Pekerja dirumahkan), hanya yang inti saja di sales marketing yang masih aktif untuk cari client. Meskipun datanya belum terkumpul di kita, banyak (PHK) bahkan dari tenaga lepas atau harian sampai karyawan tetap," ucapnya.

Adanya larangan menggelar resepsi pernikahan benar-benar telah memukul bisnis. Untuk melanjutkan hidup selama pekerjaannya dilarang beroperasi, para pekerja memilih beralih profesi alias banting setir menjadi penjual makanan-minuman olahan, hingga sayuran.

"Sangat berdampak. Banyak yang beralih jadi penjual makanan-minuman olahan rumahan, sayuran dan buahan," imbuhnya.

Pandemi ini juga dimanfaatkan oleh para pekerja untuk membuka peluang usaha dengan berjualan alat-alat medis yang banyak dicari seperti masker, hand sanitizer, hingga alat pelindung diri (APD). Penjualan yang dilakukan online melalui grup per grup di WhatsApp (WA) dan Instagram (IG).

"Saya bikin free markets group, semua bisa jualan non wedding setiap hari. Bahan untuk support produk jualannya saya buat program foto enak, supaya hasil foto produknya menarik, ini gratis. (Jualannya) di grup WA dan IG," jelasnya.



Simak Video "Gojek Beri Paket Pesangon ke 430 Karyawan yang Kena PHK"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)