Jurus Menakertrans Melawan Serbuan Pengangguran
Rabu, 21 Des 2005 17:48 WIB
Jakarta - Meski baru menjabat, namun ternyata Menakertrans Erman Suparno sudah mempunyai jurus-jurus untuk menaklukkan serbuan pengangguran.Politisi dari PKB ini mengakui bahwa mengurangi pengangguran merupakan program utama Depnakertrans. Tercatat sampai November 2005, jumlah pengangguran telah mencapai 10,6 juta atau sekitar 11 persen dari angkatan kerja. Angka itu diprediksi bertambah 1-2 persen tahun 2006.Penyebab bertambahnya pengangguran antara lain output pendidikan, PHK, terjadinya deportasi TKI, belum adanya link and match antara dunia kerja dan angkatan kerja."Solusinya antara lain membangun iklim investasi dan usaha yang bisa menyerap tenaga kerja," ujar Erman dalam pertemuan dengan Kadin dan Apindo di Menara Kadin, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (21/12/2005).Jurus lainnya untuk mengatasi pengangguran secara jangka pendek adalah melalui program padat karya yang dananya diambil dari APBN, penempatan tenaga kerja di luar negeri dan program transmigrasi.Untuk penempatan tenaga kerja di luar negeri, Erman mengaku pemerintah akan berusaha mencari negara-negara yang sekitarnya dijadikan tempat magang bagi tenaga kerja Indonesia. "Implikasinya akan baik untuk peningkatan kapasitas tenaga kerja, syukur-syukur kalau diangkat jadi pegawai tetap dan kembali bisa mandiri," tambahnya.Program lainnya adalah transmigrasi. Erman mengaku dirinya ingin membuka paradigma baru soal transmigrasi. "Jadi bukan sekadar memindahkan orang dari satu daerah ke daerah yang lain, sehingga terbentuk kota baru transmigrasi. Jadi ada penyelesaian yang komperehensif, dan orang-orang pun tidak sulit dipindahkan," ujarnya.Menurut Erman, jika selama ini transmigrasi adalah upaya perluasan wilayah pemerintahan sebuah daerah, namun untuk selanjutnya akan diupayakan tidak seperti itu. Karena cara tersebut seringkali justru banyak menimbulkan masalah sosial seperti kecemburuan dan persoalan ekonomi lainnya.Konsep lainnya adalah mengembangkan pulau-pulau perbatasan sebagai tujuan transmigrasi dan akan menjadi sabuk pengaman wilayah pertahanan Indonesia.
(qom/)











































