Airlangga Hartarto Buka-bukaan Sederet Alasan RI Butuh New Normal

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 01 Jun 2020 09:30 WIB
Airlangga Hartarto
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto/Foto: (Rusman-Biro Pers Setpres)
Jakarta -

Pemerintah menerapkan kebijakan new normal di tengah pandemi Corona (COVID-19) demi pulihkan kondisi ekonomi. Namun, keputusan ini menimbulkan pro kontra di masyarakat.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto pun buka suara menjelaskan alasan pemerintah menerapkan new normal. Dasar utama keputusan penerapan new normal itu adalah ekonomi. Perekonomian

Indonesia dibuat hampir lumpuh oleh pandemi ini. Berhentinya aktivitas sosial telah membuat roda perekonomian terhambat. Kondisi ini tak bisa terus dibiarkan karena akan memicu badai PHK makin menjadi-jadi.

Mimpi buruk itu tentu harus segera dicegah, dan tak perlu menunggu vaksin COVID-19 dirilis.

"Tentu kita menginginkan agar pandemi COVID-19 ini tidak merembet atau merembes pada pandemi PHK. Sehingga salah satunya adalah melakukan restart, produktif tapi aman dari COVID-19. Oleh karena itu protokol-protokol nya baru, cara protokol baru ini diberlakukan sampai ditemukannya vaksin. Kalau kita menunggu vaksin sampai tahun depan. Kelihatannya dengan protokol kesehatan yang harus uji klinis dan yang lain, tidak dalam waktu dekat," ujarnya dalam wawancara eksklusif Blak-blakan dengan detikcom beberapa hari lalu.

Tekno

Klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2