Rusuh di AS Tak Kunjung Usai, Harga Emas Dunia Melonjak

Tim detikcom - detikFinance
Senin, 01 Jun 2020 19:30 WIB
emas
Ilustrasi/Foto: shutterstock


Secara teknikal, pergerakan emas yang disimbolkan XAU/USD membentuk pola Hammer di grafik candle stick harian pada Rabu (27/5/2020) lalu. Pola ini merupakan kebalikan dari Shooting Star yang muncul pada 18 Mei lalu, dan membuat emas melemah hingga ke bawah US$ 1.700/troy ons kemarin.

Jika dilihat pada grafik harian, body (badan) candle stick kecil di bagian atas, sementara tail (ekor) panjang ke bawah. Pola tersebut disebut Hammer, dan kerap dijadikan sinyal pembalikan arah atau XAU/USD akan bergerak naik, alias emas berpeluang kembali menguat.

Secara psikologis, pola Hammer menunjukkan trader yang mengambil posisi long (beli) emas berusaha mendominasi pasar.

Selain itu, emas juga bertahan di atas Bullish Channel (garis biru), sehingga munculnya pola Hammer menjadi sinyal bullish continuation atau berlanjutnya tren naik.


Pada hari Jumat (29/5/2020) lalu, emas mengakhiri perdagangan di level US$ 1.726,3/troy ons, di atas resisten (tahanan atas) kala itu, yang kini menjadi support (tahanan bawah terdekat. Emas pun mendapat momentum penguatan dan kembali menguat pada hari ini.

Selama bertahan di atas support US$ 1.720/troy ons, emas berpeluang terus menguat dengan target ke US$ 1.746 - 1.750/troy ons, jika berhasil dilewati emas akan membuka jalan menuju US$ 1.800/troy ons. Sementara jika support ditembus, emas berisiko terkoreksi menuju US$ 1.700/troy ons. Pola Hammer ini akan batal jika emas melemah hingga ke bawah US$ 1.680/US$.

Halaman


Simak Video "Update Harga Emas Antam: Naik Rp 1.000 ke Rp 1.028.000 /Gram"
[Gambas:Video 20detik]

(hns/hns)