Ritel di AS Tutup Lagi Gara-gara Penjarahan dan Demo George Floyd

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 02 Jun 2020 09:26 WIB
Aksi unjuk rasa atas kematian pria kulit hitam, George Floyd semakin memanas. Kerusuhan dan penjarahan terus dilakukan sejak kematian Fyord pada Senin (25/5/2020) lalu.
Kerusuhan dan Penjarahan di AS/Foto: AP Photo
Jakarta -

Para peritel dan restoran di Amerika Serikat (AS) yang sempat tutup akibat pandemi virus Corona (COVID-19) telah buka kembali. Karyawan telah mulai menjajakan barangnya di toko.

Namun beberapa hari terakhir, protes yang dipicu oleh kematian George Floyd di Minneapolis menyebabkan toko-toko pecah dan berbuntut penjarahan sehingga memaksa banyak toko kembali ditutup.

Selama akhir pekan, pengunjuk rasa yang berbasis di kota-kota termasuk New York, Dallas, Atlanta, dan Chicago, melakukan protes menuntut keadilan bagi Floyd. Bentrokan keras dengan polisi pun tak bisa dihindarkan.

Outlet Chanel dan Coach juga dijarah di distrik perbelanjaan mewah SoHo dan Fifth Avenue di Manhattan. Toko utama Nordstrom di Seattle dan Target Corporation di Minneapolis sangat rusak dan perlu dibangun ulang.

Di pusat kota Dallas, jendela kaca di bagian depan toko utama Neiman Marcus hancur, yang menambah beban berat toko yang sebelumnya dirundung kerugian imbas pandemi.

Tekno

Berlanjut di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2