Luhut Sebut Omnibus Law Rampung Juli

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 02 Jun 2020 22:30 WIB
Omnibus Law Cipta Kerja
Foto: Omnibus Law Cipta Kerja (Tim Infografis Fuad Hasim)
Jakarta -

Pemerintah terus berupaya mendorong investasi masuk ke dalam negeri. Salah satu langkah terobosan untuk menggenjot investasi ialah melalui omnibus law.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, omnibus law bakal rampung pada bulan depan.

"Anda mungkin mengikuti omnibus law. Early next month akan kita selesaikan. Kita berdoa pada Tuhan, Insya Allah. Kalau omnibus ini jadi, mungkin salah satu negara yang paling mudah inevestasi tetapi tentu mengikuti kaidah-kaidah aturan-aturan yang benar," ujarnya dalam sebuah webinar, Selasa (2/6/2020).

Dia mengatakan, Indonesia memiliki daya tarik investasi. Indonesia diprediksi menjadi negara yang cepat pulih lantaran membangun industri dari hulu sampai hilir.

"Kita bikin hulu hilir tadi karena kita kaya dengan hasil bumi yang selama ini kita berani mem-banned ekspor raw material, sekarang kita lakukan. Walaupun saya di-bully gara-gara itu," ujarnya.

Dia juga menuturkan, pihaknya bersama Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan mendorong investasi. Selanjutnya, Indonesia memiliki pasar yang besar.

"Market di sini besar 270 juta, medium class 55% mungkin sekarang turun gara-gara ini, tapi kita big market," ujarnya.

Luhut bahkan mengatakan, hingga saat ini belum ada yang membatalkan investasi. Dia kembali menuturkan, omnibus law bakal rampung Juli.

"Sampai hari ini saya mengkoordinasikan di bidang investasi belum ada satu pun yang mengatakan mundur. Kemarin kami ada vidcall mengenai souvereign weatlh fund, itu semua masih tanya kapan omnibus, karena omnibus law ini menjadi acuan, saya bilang Juli," ujarnya.



Simak Video "Di Omnibus Law Jokowi Bisa Ubah UU Pakai PP, DPR: Mungkin Salah Ketik"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/dna)