Jokowi Minta BI dan OJK Berbagi Beban dengan Pemerintah, Maksudnya?

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 03 Jun 2020 10:46 WIB
Presiden Jokowi saat memberikan pernyataan bersama dengan PM Belanda Mark Rutte.
Foto: Andhika Prasetia
Jakarta -

Pandemi virus Corona memberikan pekerjaan yang berat bagi pemerintah dan lembaga terkait untuk mengatasi dampaknya terhadap ekonomi. Sederet strategi dan program sudah disiapkan untuk menanggulangi dampaknya terhadap ekonomi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun hari ini menggelar rapat terbatas (ratas) khusus untuk membahas program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Saat membuka ratas, dia mengatakan pemulihan ekonomi dibutuhkan kerjasama yang kuat dari berbagai pihak.

Jokowi menyebutnya sebagai konsep berbagi beban. Dia meminta Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan serta dunia usaha ikut memikul beban dalam cobaan pandemi saat ini.

"Saya minta konsep berbagi beban. Sekali lagi saya minta konsep berbagi beban, sharing pain harus menjadi acuan bersama antara pemerintah, BI, OJK, perbankan, dan pelaku usaha harus betul-betul bersedia memikul beban, bergotong royong, bersedia bersama-sama menanggung risiko secara proporsional dan dilaksanakan dengan prinsip kehati-hatian," ucapnya saat membuka ratas virtual, Rabu (3/6/2020).

Dengan konsep berbagi beban, maka beban yang dipikul dari kondisi ekonomi akan terasa lebih ringan. Dengan begitu Jokowi yakin hal-hal yang tidak diinginkan seperti PHK bisa dihindari.

"Agar pelaku usaha, korporasi tetap mampu berjalan, PHK masif dapat kita cegah, dan sektor keuangan bisa tetap stabil dan tentu saja roda ekonomi bisa kita jaga," tambahnya.

Tekno


Simak Video "Ekonomi RI Minus, Jokowi Bandingkan dengan Negara Lain"
[Gambas:Video 20detik]
(das/fdl)