328 Pedagang Pasar Positif Corona, Terbanyak di Padang

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 03 Jun 2020 15:05 WIB
Pasar Gudang Areng, Tanah Sereal, tampak ramai dengan aktivitas para pedagang dan pembeli. Aktivitas pasar berjalan normal meski penerapan PSBB masih diterapkan
Ilustrasi/Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Pasar tradisional adalah pusat pertemuan pedagang dan pembeli sekaligus sebagai ujung dari distribusi pangan rakyat. Dengan begitu, potensi penyebaran virus Corona di sana terbilang cukup tinggi mengingat pola transaksi tawar menawar dan menggunakan uang tunai masih sulit ditinggalkan.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) sedikitnya 382 pedagang di 64 pasar berbagai daerah tercatat positif COVID-19. Adapun korban meninggal dunia mencapai 25 orang. Untuk itu, menurut Ketua bidang Infokom Dpp Ikappi Reynaldi sarijowan penting bagi pengelola pasar untuk memastikan protokol kesehatan terlaksana optimal di setiap pasar tradisional yang ada.

"Ikappi terus mendorong dan meminta pengelola pasar untuk memfasilitasi pedagang agar bisa menerapkan protokol kesehatan dalam masa pandemi COVID-19. Terlebih akan adanya new normal mulai Juni ini yang kemungkinan akan meningkatkan aktivitas masyarakat di pasar tradisional," ujar Reynaldi dalam rilis yang diterima detikcom, Rabu (3/6/2020).

Adapun jumlah kasus terbanyak ditemui di Padang dengan total 113 kasus atau lebih dari separuh kasus terjadi di Pasar Raya Padang yang mana 3 orang diantaranya meninggal dunia karena Corona. Selanjutnya disusul Pasar Kobong Jawa Tengah sebanyak 28 kasus positif dan Pasar Besar Kalteng sebanyak 27 kasus.

Lalu, Pasar Induk Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim) sebanyak 17 kasus positif dan 3 orang meninggal dunia, Pasar Cileungsi Bogor sebanyak 16 kasus dan 1 orang meninggal dunia, Pasar Bondalem Bali sebanyak 15 kasus.

Selain itu, Pasar Hamadi, Papua sebanyak 10 kasus positif Corona, Pasar Keputran Jatim sebanyak 9 orang, Pasar Perumnas Klender, Jatim sebanyak 7 kasus positif dan Pasar Antri, Cimahi, Bogor sebanyak 5 kasus positif. Sisanya yakni 53 pasar lainnya mencatat tak lebih dari 4 kasus positif.

Menurut Reynaldi, pihaknya juga telah menyebar panduan singkat protokol bagi pengelola dan para pedagang yang bisa dengan cepat dan mudah dipahami. Di antaranya agar pengelola pasar mengatur ulang jarak lapak antar pedagang satu dengan yang lain.

Kemudian, pengelola pasar melakukan tes suhu kepada pengunjung sebelum masuk pasar. Pengelola pasar atau pedagang harus mempersiapkan sekat plastik antar pedagang dan pembeli untuk keamanan bersama. Pedagang dan pembeli juga wajib memakai masker di lingkungan pasar sekaligus selalu menjaga jarak dengan pembeli minimal 1 meter.

"Selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan setelah melakukan transaksi dan interaksi. Pengelola pasar juga harus mempersiapkan tempat pencuci tangan di masing-masing blok pasar sekaligus penyemprotan desinfektan," tuturnya.

Kerja sama dengan pemerintah daerah di beberapa provinsi dan beberapa daerah juga telah dibangun dengan menjalani rapid test atau swap di pasar.

"Contohnya kota padang saat Ini telah melewati tahapan protokol kesehatan di Pasar. Dan pasar di padang Kami nyatakan sebagai pasar paling aman di Indonesia," ungkapnya.



Simak Video "Tes Corona di 19 Pasar di Jakarta, 52 Pedagang Positif"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)