Inflasi Sultra Terkendali di 0,26%

Sitti Harlina - detikFinance
Kamis, 04 Jun 2020 21:15 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya inflasi 0,55% di Juni 2019. Penyumbang inflasi terbesar adalah naiknya harga makanan di selama Lebaran.
Foto: Pradita Utama
Kendari -

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara (Sultra), Suharman Tabrani mengungkapkan, Sultra mengalami inflasi pada Mei 2020. Meskipun demikian, inflasi yang dialami Sultra berada pada level rendah dan terkendali.

"Mei 2020, Sultra tercatat mengalami inflasi sebesar 0,26% (mtm), meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 0,16% (mtm). Meskipun mengalami peningkatan, tekanan inflasi pada Idul Fitri tahun ini jauh dibawah rata-rata capaian inflasi pada Idul Fitri dalam tiga tahun terakhir yang mencapai 2,40% (mtm)," jelasnya, Kamis (4/6/2020).

Lanjutnya, dengan capaian tersebut, inflasi tahunan dan tahun berjalan di Sultra tercatat masing-masing sebesar -0,21% (yoy) dan -0,39% (ytd).

Ia pun menjelaskan tekanan inflasi pada Mei 2020 disebabkan peningkatan pada komoditas ikan-ikanan seiring dengan pola operasional nelayan yang terbatas selama menjelang dan sesudah Idul Fitri 1441 H. Selain itu, mulai berlangsungnya angin musim timur juga berdampak pada terjadinya peningkatan tinggi gelombang di wilayah penangkapan utama perikanan di Sultra sehingga mendorong terjadinya peningkatan harga pada beberapa komoditas seperti ikan layang (6,9% mtm), cumi-cumi (14,3% mtm) dan ikan cakalang (6,55% mtm).

"Komoditas yang juga mengalami peningkatan cukup tinggi adalah bawang merah (16,0% mtm) disebabkan oleh terbatasnya produksi petani lokal dan perdagangan dengan daerah lain. Tekanan inflasi pada bulan Mei 2020 sedikit tertahan oleh penurunan harga yang terjadi pada beberapa komoditas seperti telepon seluler (-9,5% mtm), beras (-1,4% mtm) dan telur ayam ras (-6,1% mtm)," bebernya.

Ia pun mengungkapkan secara spesial terjadinya inflasi di Sultra disebabkan oleh inflasi yang terjadi di kedua kota sampel penghitungan inflasi, yaitu Kota Kendari dan Kota Baubau.

"Kota Kendari tercatat mengalami inflasi sebesar 0,31% (mtm), meningkat dibandingkan dengan periode sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar -0,05% (mtm). Kota Baubau juga tercatat mengalami inflasi meskipun lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya, yaitu dari 0,88% (mtm) pada April 2020 menjadi 0,09% (mtm) pada Mei 2020," jelasnya.

Diungkapkannya terkendalinya inflasi pada periode Idul Fitri tidak terlepas dari berbagai upaya yang dilakukan oleh TPID se-Sultra. Upaya pelaksanaan pasar murah di beberapa lokasi dengan tetap menaati protokol keamanan Covid-19 dilakukan sebagai upaya untuk menjaga keterjangkauan harga dan memberikan kemudahan kepada masyarakat ditengah pandemi yang terjadi saat ini.



Simak Video "32 Orang Pengambil Paksa Jenazah Covid-19 di Makassar Ditangkap"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)