Gap Rugi Rp 14 Triliun Gara-gara Tutup Toko

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 05 Jun 2020 12:09 WIB
GAP Tutup
Foto: Danang Sugianto/detikFinance
Jakarta -

Perusahaan ritel asal Amerika Serikat (AS), Gap Inc, melaporkan kerugian hampir US$ 1 miliar setara Rp 14 triliun (kurs Rp 14.000/ dolar US) di kuartal-I 2020. Kerugian ini disebabkan penutupan seluruh toko selama pandemi Corona.

Gap yang bermarkas di San Francisco, mengatakan 55% dari 2.800 toko di Amerika dioperasikan hanya melayani jasa jual dan beli secara online.

Kerugian bersih perusahaan sebesar US$ 932 juta (Rp 13 triliun) , atau US$ 2,51 per saham, untuk tiga bulan yang berakhir 2 Mei. Termasuk US$ 484 juta (Rp 6,7 triliun) writedown untuk toko dan aset serta US$ 235 juta (Rp 3,2 triliun) kelebihan biaya pada inventaris perusahaan.

Penjualan bersih turun 43% menjadi US$ 2,11 miliar (Rp 29 triliun) dari US$ 3,71 miliar (Rp 51,8 triliun).

"Meskipun ekonomi AS yang terkuat, toko kami Gap dan Banana Republic belum bisa menghasilkan keuntungan seperti yang kita inginkan," kata Chief Financial Officer Katrina O'Connell. Dikutip dari Reuters, Jumat (5/6/2020).


Data IBES dari Refinit memprediksi ada kerugian 67 sen per saham GAP dari pendapatan sebesar US$ 2,30 miliar (Rp 32 triliun). Saham Gap pun anjlok sekitar 8%.

Chief Executive Officer Sonia Syngal mengatakan, sebagai peritel busana Gap dan Banana Republic tidak berhasil menarik konsumen. Pasalnya, sebagian besar orang memilih pakaian kasual selama di rumah aja.

"Namun, merek pakaian yang terjangkau, Old Navy dan Athleta, memiliki permintaan yang kuat," tambah Syngal.

Stadion Bola


Simak Video "Kompolnas soal Video Polisi Kokang Senpi: Bukan Ranah Pidana Kalau..."
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)