Sebulan Lebih Tutup, Pengelola Mal Minta Keringanan PBB dan Tarif Listrik

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 07 Jun 2020 16:00 WIB
Suasana pusat perbelanjaan di kawasan Bintaro, Tanggerang Selatan, yang tutup 
imbas wabah COVID 19, Senin (30/3/2020).
Foto: grandyos zafna
Jakarta -

Ketua APPBI Dewan Pengurus Daerah (DPD) DKI Jakarta Ellen Hidayat mengatakan bahwa saat ini kondisi pengelola mal sangat memprihatinkan. Semenjak mal tutup karena ada PSBB membuat pengelola tak mendapatkan masukan.

Dia mengatakan para pengelola mal meminta agar pembayaran Pajak Bumi Bangunan yang akan jatuh tempo pada bulan September bisa ditangguhkan hingga tahun depan.

"Dengan ditutupnya pusat belanja selama ini dan tidak adanya pemasukan dari biaya sewa, menyebabkan para anggota pusat belanja juga berharap agar pembayaran PBB yang akan jatuh tempo di bulan September ini dapat ditangguhkan sampai dengan September tahun depan," kata Ellen dalam keterangannya, Minggu (7/6/2020).

"Agar semua pihak masih bisa bernafas," lanjutnya.

Dia juga meminta agar ada keringanan tarif listrik. Sampai saat ini Ellen mengatakan permintaan pengelola mal soal penghilangan tarif minimum pemakaian tak kunjung direspons PLN.

"Sayangnya sampai saat ini tarif PLN serta batasan tarif minimum pemakaian juga tidak kunjung ditanggapi pihak PLN," jelas Ellen.

Mal sendiri kembali diizinkan Pemprov DKI Jakarta untuk dibuka pada 15 Juni mendatang. Hal ini pun disambut baik oleh pihak Ellen, dia berharap dengan dibukanya mal dapat turut serta memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

"Semoga dengan akan dibukanya kembali pusat belanja di DKI akan turut serta memberikan kontribusi positif atas bergeraknya roda perekonomian nasional," harap Ellen.



Simak Video "Kembali Dibuka, Begini Situasi Pondok Indah Mall"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)