Bukan untuk Perkuat Rupiah, Dana Haji Dikelola Buat Hal Ini

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 08 Jun 2020 10:57 WIB
Infografis pengelolaan dana haji
Foto: Zaki Alfarabi
Jakarta -

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menegaskan bahwa mereka hanya mengelola dana calon jemaah untuk hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan haji. Hal itu sekaligus membantah isu soal dana haji digunakan untuk kepentingan lain seperti penguatan nilai tukar rupiah.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pelaksana BPKH Anggito Abimanyu dalam diskusi bersama Aa Gym di saluran YouTube Aagym Official. Nah dalam hal investasi, Anggito menjelaskan pihaknya berencana untuk membangun hotel di Arab Saudi untuk para jemaah.

"Misalnya kita lagi, cita-cita ini punya hotel di Arab Saudi, supaya jemaah haji (dan) umroh kita itu bisa menggunakan fasilitas yang kita miliki," kata dia dikutip Senin (8/6/2020).

Selain itu pihaknya juga sedang menjajaki investasi katering di Arab Saudi yang juga untuk keperluan para jemaah haji.

"Kita sekarang sedang menjajaki untuk investasi katering di sana dengan Muasassah. Itu ada satu kitchen yang siap saji, itu kita mau ikut supaya masakan Indonesia itu bisa dinikmati oleh jemaah haji dan umrah Indonesia," ujarnya.

Terkait rencana di atas, lanjut dia juga sekaligus berbisnis sehingga ada keuntungan yang diperoleh.


"Itu bisa dibayangkan kalau kita punya hotel di sana, kita punya katering di sana, dan sebagainya itu kan luar biasa," sebutnya.

Namun dia menjamin uang calon jemaah haji aman. Pada gilirannya mereka harus berangkat ke tanah suci maka dana mereka akan dikembalikan.

"Mereka menunggu sebelum dapat panggilan, maka uang itu diwakilkan kepada kami sebagai pengelola dana, dan kami diberi amanah untuk mengelola supaya uangnya lebih banyak dan itu bisa dikembalikan kepada jemaah waktu mereka berangkat dan waktu mereka menunggu," tambahnya.



Simak Video "Mau Duit Setoran Haji Kembali? Begini Prosedurnya"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/ang)