Ramalan Ngeri Bank Dunia: Ekonomi Resesi, Terendah Sejak Perang Dunia II

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 09 Jun 2020 10:04 WIB
Beberapa kota ini dianggap sebagai kota paling sibuk di dunia. Hal itu karena berbagai kegiatan tak pernah henti dilakukan baik dalam hal ekonomi maupun hiburan.
Foto: Dok
Jakarta -

Bank Dunia (World Bank/WB) memprediksi pertumbuhan ekonomi global -5,2% selama tahun 2020. Hal ini dikarenakan dampak dari pandemi virus Corona alias COVID-19 yang menyebar secara masif.

Bank Dunia menilai penurunan pertumbuhan ekonomi tersebut akan menjadi resesi yang paling dalam sejak perang dunia kedua. Bahkan resesi akibat COVID-19 merupakan pertama sejak 1870 yang dipicu oleh pandemi.

"Resesi COVID-19 cenderung menjadi yang terdalam di negara maju sejak perang dunia kedua dan kontraksi output pertama di negara berkembang dalam enam dekade terakhir," kata Direktur Prospek Grup Bank Dunia, Ayhan Kose yang dikutip, Selasa (9/6/2020).

Aktivitas ekonomi di negara-negara maju diperkirakan menyusut 7% selama 2020 lantaran permintaan dan penawaran, perdagangan, dan keuangan sangat terganggu. Misalnya ekonomi Amerika Serikat (AS) akan berkontraksi 6,1% di tahun ini. Sementara kawasan Eropa diperkirakan menyusut 9,1%, sedangkan negara maju lainnya seperti Jepang diperkirakan menyusut 6,1%.

Sementara pasar dan ekonomi negara berkembang (EMDE's) diperkirakan berkontraksi 2,5% di tahun 2020. Ini merupakan kontraksi pertama sejak 60 tahun dan terjadi penurunan pendapatan per kapita sekitar 3,6%, sehingga berpotensi meningkatkan angka kemiskinan.

"Ini adalah pandangan yang sangat mendalam, dengan krisis yang cenderung meninggalkan bekas luka dalam jangka panjang, dan menimbulkan tantangan global yang besar," ujarnya Wakil Presiden Grup Bank Dunia untuk Pertumbuhan, Keuangan, dan Lembaga yang Berkeadilan, Ceyla Pazarbasioglu.

Bola Eropa


Simak Video "Jokowi Minta Seluruh Kementerian Segera Belanjakan Anggaran!"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/fdl)