Ketentuan Batas 50% Penumpang Angkutan Umum dan Pribadi Dihapus

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 09 Jun 2020 11:58 WIB
Warga beraktifitas dan mengantri transportasi umum dengan jarak kurang dari 1 meter di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Pemerintah menghimbau semua kerumunan umum mempunyai jarak 1 hingga 2 meter (social distance) untuk meminimalisir penyebaran Corona. Namun himbauan tersebut belum Tersosialisasi dengan baik.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah menerbitkan sejumlah aturan baru terkait transportasi umum saat new normal. Mulai dari Surat Edaran No 11 tahun 2020 yang mengatur angkutan darat.

Lalu Surat Edaran no 12 tahun 2020 tentang pengoperasian angkutan laut. Kemudian angkutan udara diatur dalam Surat Edaran no 13 tahun 2020. Terakhir ada Surat Edaran no 14 tahun 2020 yang mengatur moda perkeretaapian.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi resmi menghapus ketentuan batas penumpang 50% pada operasional angkutan umum dan pribadi. Hal ini tertuang dalam Permenhub 41 tahun 2020.


Beleid tersebut mengubah beberapa pasal dalam Peraturan Menteri Perhubungan no 18 tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam Rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19. Aturan ini ditetapkan dan ditandatangani Budi Karya pada 8 Juni 2020.

Budi Karya mengubah pasal 11 ayat a dan b pada PM 18 tahun 2020. Awalnya dalam pasal tersebut kendaraan bermotor umum dan pribadi wajib menerapkan kapasitas maksimal 50%, kini kewajiban itu dihapus.

"Kendaraan bermotor umum berupa mobil penumpang dan bus dilakukan pembatasan jumlah penumpang dari jumlah kapasitas tempat duduk dan penerapan jaga jarak fisik," bunyi pasal 11 ayat 1 yang baru, dikutip detikcom, Selasa (9/6/2020).

Budi Karya juga mengubah aturan batas minimal dalam moda perkeretaapian, awalnya dalam PM 18 tahun 2020 kereta api antar kota maksimal cuma boleh mengangkut 65% kapasitas yang ada. Sedangkan kereta api perkotaan hanya boleh 35%, dan kereta api lokal cuma boleh 50%. Dalam aturan baru, aturan kapasitas maksimal itu tak berlaku lagi.


Aturan batas maksimal kapasitas 50% pada angkutan udara dan laut pada pasal 13 dan 14 di PM 18 tahun 2020 juga dihapus Budi Karya.

Kemudian Budi Karya membubuhkan pasal baru, yaitu pasal 14a, pasal ini mengatur soal batas maksimal yang akan ditentukan langsung oleh Budi Karya sendiri sebagai Menteri Perhubungan.

"Pembatasan jumlah penumpang pada sarana transportasi sebagaimana dimaksud dalam pasal 11, pasal 12, pasal 13, dan pasal 14 ditetapkan oleh Menteri (Perhubungan)," bunyi pasal 14a.

Bola Eropa


Simak Video "Biang Kerok Jalan Rusak, Truk Obesitas Dirazia Kemenhub!"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)