Catat! Ini Aturan Ketat buat WNI dari Luar Negeri

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 09 Jun 2020 16:36 WIB
Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) melakukan perubahan jalur pemeriksaan berkas izin perjalanan. Sebagaimana diketahui kemarin penumpang berdesak-desakan.
Ilustrasi/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Pemerintah menerapkan protokol ketat bagi masyarakat yang baru saja datang dari luar negeri. Kebijakan ini diatur dalam Surat Edaran (SE) Gugus Tugas no 7 tahun 2020.

Menurut SE Gugus Tugas tersebut semua orang yang datang dari luar negeri wajib tes PCR sebagai bukti bebas dari virus Corona. Apabila tidak maka harus segera melakukan tes PCR ketika tiba di Indonesia.

Sambil menunggu hasil tes PCR, masyarakat yang baru datang dari luar negeri tak bisa kemana-mana. Mereka akan dibawa ke tempat karantina khusus yang disediakan oleh pemerintah.


Karantina tersebut juga bisa dilakukan pada hotel atau penginapan yang telah menjadi akomodasi karantina COVID-19, ditandai dengan memiliki sertifikasi penyelenggaraan akomodasi karantina dari Kementerian Kesehatan.

Begini persyaratan lengkap perjalanan orang kedatangan dari luar negeri dalam SE Gugus Tugas no 7 tahun 2020:

a. setiap individu yang datang dari luar negeri harus tunduk dan patuh pada syarat dan ketentuan yang berlaku:

setiap individu yang datang dari luar negeri harus melakukan PCR Test pada saat ketibaan, bila belum melaksanakan dan tidak dapat menunjukkan surat hasil PCR Test dari negara keberangkatan
pemeriksaan PCR Test perjalanan orang kedatangan luar negeri dikecualikan pada PLBN yang tidak memiliki peralatan PCR, dengan melakukan rapid test dan menunjukkan surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh dokter rumah sakit/Puskesmas.

b. selama waktu tunggu hasil pemeriksaan PCR test, setiap orang wajib menjalani karantina di tempat akomodasi karantina khusus yang telah disediakan oleh pemerintah, atau

c. memanfaatkan akomodasi karantina (hotel/penginapan) yang telah mendapatkan sertifikasi penyelenggaraan akomodasi karantina COVID-19 dari Kementerian Kesehatan

d. mengunduh dan mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi pada perangkat telepon seluler.



Simak Video "Tes Corona Mahal, Ombudsman Duga Ada Pihak yang Manfaatkan Situasi"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)