Balada Guru Honorer Bergaji Rp 200.000/Bulan

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 10 Jun 2020 18:30 WIB
Hidup Hanya Dengan Rp 200.000/Bulan ala Pak Guru
Foto: Tim Infografis/Fuad Hasim
Jakarta -

Seorang guru honorer viral setelah mengunggah postingan di media sosial mengenai cara mencukupi kebutuhannya selama satu bulan dengan upah Rp 200.000. Pria tersebut bernama Yan Budi Nugroho, seorang guru honorer di SDN Tridadi, Kecamatan Loano, Purworejo.

Dia mengaku awal menjadi guru honorer pada 2014 hanya mendapat gaji sebesar Rp 50.000 per bulan. Gaji Rp 200.000 per bulan baru ia dapat 2018 dan belum ada kenaikan lagi.

"Dari awal saya masuk di dunia pendidikan saya mendapat upah Rp 50.000 terus naik Rp 100.000, terus naik Rp 150.000, terus sampai Rp 200.000 sekarang sejak 2018," kata Yan saat dihubungi detikcom, Selasa (9/6/2020).

Dia merinci dari upah Rp 200.000 per bulan pertama langsung diberikan kepada ibunya sebesar Rp 20.000 untuk membeli kebutuhan bumbu dapur. Uang segitu cukup karena untuk lauk-pauk tinggal ambil dari kebun.

"Saya masih tinggal sama orang tua. Jadi untuk kebutuhan makan, listrik, air atau apapun itu masih nebeng sama orang tua. Terus masalah makan saya juga bertani jadi untuk beras itu punya sendiri, nggak beli. Masalah sayur-mayur banyak di pekarangan bisa metik misalnya daun singkong, jadi untuk kebutuhan makan memang pengeluarannya tidak banyak," kata Yan saat dihubungi detikcom, Selasa (9/6/2020).

Kedua, tidak lupa ia menyisihkan Rp 40.000 untuk keperluan beli bensin selama satu bulan. Baginya lebih baik tidak ada uang daripada tidak ada bensin. "Soalnya kalo punya bensin masih bisa untuk ngojek," ucapnya.


Ketiga, untuk mengajak pacarnya makan bakso di luar dengan Rp 30.000 per bulan. Yan bilang, anggaran untuk pacar maksimal hanya Rp 50.000 per bulan.

"Minumnya es teh manis buat doi, aku es teh tawar aja. Biar doi dapat lauk kerupuk 1. Es teh manis 3k, es teh tawar 2k jadi sisa 1k pas buat beli kerupuk 1," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Guru Honorer Gaji Minus Curhat, Kemenag Banten Prihatin"
[Gambas:Video 20detik]