Alasan VW Tak Pecat Karyawan yang Tersandung Kasus Rasis

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 15 Jun 2020 16:36 WIB
Mobil listrik Volkswagen (VW) ID.3 mulai memasuki jalur produksi. Mobil berjenis hatchback ini akan diproduksi di fasilitas perakitan Volkswagen di Zwickau, Jerman.
Foto: Getty Images/Sean Gallup
Jakarta -

Volkswagen bulan lalu telah tersandung kasus rasis pada iklan promosi Golf 8 yang diunggah di akun sosial media Instagram Volkswagen. Iklan tersebut menampilkan tangan-tangan besar pucat yang kelihatannya mendorong dan kemudian menjentikkan seorang pria kulit hitam untuk menjauh dari VW Golf kuning baru.

Dikutip dari CNN, Senin (15/6/2020), pabrik otomotif asal Jerman ini mengaku salah atas perusahaanya yang telah melakukan kesalahan prosedural atas iklan tersebut.

Jochen Sengpiehl, Chief Marketing Officer Volkswagen menjelaskan bahwa tidak ada maksud rasis saat menggarap lima video iklan tersebut. Dengan alasan itu perusahaan tidak memecat karyawan yang terlibat dalam iklan tersebut.

Sengpiehl, meluruskan bahwa video yang telah diulang dari Maret hingga Mei kemarin sebenarnya tidak ada indikasi niat rasis dalam produksi atau persetujuan klip, jalan cerita yang ingin disampaikan yakni mengisahkan pasangan yang saling mencintai dengan cara mereka.

Video iklan yang beredar itu dinilai rasis karena ada adegan menjentikan jari ke pria berkulit hitam yang dianggap masyarakat itu adalah bentuk rasisme. Sengpiehl mengatakan agensi ataupun perusahaanya tidak mengetahui bahwa adegan tersebut adalah hal yang tidak pantas.

"Tidak seorang pun dari tim menyadari bahwa menjentikkan seseorang adalah tindakan yang tidak pantas dan rasis dalam konteks yang ditunjukkan. Kita pun meminta maaf untuk itu dan memastikan sesuatu seperti itu tidak akan pernah terjadi lagi," jelas Sengpiehl.

Hiltrud Werner, yang mengawasi integritas dan urusan hukum di Volkswagen, mengakui bahwa telah ada seruan agar orang-orang yang bertanggung jawab atas video tersebut dipecat, namun perusahaan menolak serua itu. Perusahaan akan memproses disipliner seperti itu jika ada unsur kesengajaan.

Dalam menghindari masalah yang sama untuk ke depannya. Volkswagen akan memberikan pelatihan etika bagi karyawan dan agensi iklan dalam meninjau konten-konten berdasarkan berpotensi ofensif, diskriminatif, dan kritis.

Sebelumnya masalah ini tidak disangka oleh Head of Sales Volkswagen J├╝rgen Stackmann, dia beranggapan kabar yang ia dapat hanya sabotase bahkan menganggap bahwa akun Instagram perusahaan telah diretas.

"Ketika seorang kolega menelepon saya pada pukul 11 malam pada 19 Mei dan kemudian mengirimkan saya tautannya, pikiran pertama saya adalah: Itu pasti palsu. Pikiran kedua saya adalah: Seseorang telah meretas akun kami," kata Stackmann

"Saya sangat terkejut dan bertanya pada diri sendiri Apakah itu sabotase, apakah itu disengaja, atau apakah kita benar-benar membuat kesalahan besar tanpa disengaja?," lanjutnya.

Pada 2017 Volkswagen pernah tersandung kasus yang memicu amarah konsumen di Tiongkok. Iklan yang dibuat pada saat itu menampilkan menyamakan wanita dengan mobil bekas.



Simak Video "Meriahnya Jambore VW, Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)