Sampai Mana Rencana Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung-Surabaya?

Soraya Noviika - detikFinance
Senin, 15 Jun 2020 19:48 WIB
Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tetap jalan di tengah pandemi COVID-19
Foto: Dok. PT KCIC
Jakarta -

Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sepakat erkait rencana menyambung kereta cepat Jakarta-Bandung hingga ke Surabaya. Rencana tersebut disampaikannya dalam rapat proyek strategis nasional (PSN) yang digelar akhir Mei 2020 lalu.

Lalu, seperti apa progres pembangunan proyek ini selama ada pandemi COVID-19?

Menurut Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Ridwan Djamaluddin sejauh ini proyek tersebut masih tetap berjalan terutama untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung terlebih dahulu. Meski begitu, ia juga mengakui tentu ada beberapa kendala kecil yang ditemui terkait COVID-19 tersebut.

"Secara keseluruhannya projek jalan terus, memang kalau ada mobilitas manusia yang terkendala, pengadaan infrastruktur, itu memang terkait COVID-19. Secara umum projek jalan terus, pembebasan lahan juga memang ada sedikit, namun kita sudah melihat titik terang penyelesaiannya," tutur Ridwan dalam konferensi pers virtual bertajuk Kendalikan Transportasi, COVID-19 Berkurang, Senin (15/6/2020).

Demikian pula dengan rencana menyambung kereta cepat Jakarta-Bandung hingga Surabaya. Progres proyek satu ini sudah masuk ke dalam tahap studi kelaikan untuk menilai berbagai jenis kesiapan yang dibutuhkan. Salah satu opsi yang tengah dibahas ialah mengenai operasional kereta cepat ke Surabaya ini nantinya seperti apa. Kemungkinan untuk ke Surabaya konsepnya akan sedikit berbeda dengan Jakarta-Bandung yakni bukan kereta cepat melainkan kereta semi cepat.

"Awalnya konsepnya sama kereta cepat. Namun, dalam perjalanannya, ada pendapat lain untuk tidak kereta cepat tapi kereta semi cepat yang studinya sekarang sedang dilakukan oleh JICA (Japan International Cooperation Agency) ditangani oleh Kementerian Perhubungan dan didukung secara teknis oleh Kemenko Marves," paparnya.

Secara keseluruhan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung-Surabaya ini telah berproses dan rencananya Juli 2020 mendatang laporan awal hasil studinya tersebut sudah dapat ditindaklanjuti ke tahap berikutnya.

"Sudah jalan sepengetahuan saya bulan Juli akan disampaikan laporan awal laporan pendahuluan, intern report," tandasnya.



Simak Video "Proyek Kereta Cepat Disetop, Tapi di Tegalluar Masih Kerja"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)