IMF Kucurkan Pinjaman ke Irak US$ 685 Juta

IMF Kucurkan Pinjaman ke Irak US$ 685 Juta

- detikFinance
Sabtu, 24 Des 2005 11:32 WIB
Jakarta - Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) kembali mengucurkan pinjaman kepada Irak sebesar US$ 685 juta. Dana itu untuk mendukung reformasi ekonomi negeri seribu satu malam itu.IMF mengaku puas terhadap langkah pemerintahan Irak yang terus memperbaiki anggaran negara tersebut setelah ekonominya hancur lebur akibat perang.Pinjaman ini juga diharapkan bisa menjadi pendorong agar negara lain bersedia ambil bagian dalam rekonstruksi Irak.Sementara pemerintah AS berharap kesepakatan dengan IMF ini akan mengurangi ketergantungan Irak terhadap keuangan dari negerinya."Otoritas pemerintah Irak telah sukses dalam penyelenggaraan stabilitas ekonomi makro di tahun 2005, meskipun itu sesuatu yang luar biasa di tengah sulitnya mendapat jaminan keamanan," kata Deputi Managing Director IMF Takatoshi Kato, seperti dikutip dari BBC, Sabtu (24/12/2005).Sebelumnya pada tahun 2004, IMF memberikan dana sebesar US$ 436 juta sebagai pinjaman darurat untuk membantu Irak melakukan negosiasi utang, karena membanjirnya tagihan dari sejumlah kreditor yang memberikan pinjaman semasa pemerintahan Saddam Hussein.Pemerintahan George W Bush menyambut baik langkah yang dilakukan IMF ini. Diharapkan pinjaman baru ini bisa menutupi kebutuhan anggaran Irak dalam 15 bulan ke depan.Gedung Putih menilai, saat ini pergerakan reformasi ekonomi Irak terus berlangsung, walaupun hampir setiap hari ada bom bunuh diri di sekitar Baghdad yang merintangi akitivitas ekonomi dan pembangunan kembali infrastruktur Irak.Pinjaman IMF ini dianggap sebagai langkah penting bagi Irak untuk mendapatkan pinjaman dari investor asing, dan menjadi jalan bagi negara-negara maju untuk memulai pelaksanaan program pengurangan utang Irak.Sementara salah satu negara kreditor yang tergabung dalam 19 anggota Paris Club, saat ini tengah melihat perkembangan pinjaman IMF tersebut sebelum melaksanakan pengurangan 80 persen utangnya yang sebesar US$ 38,9 miliar kepada Irak.Meluasnya dukungan internasional untuk rekonstruksi ekonomi Irak menjadi kunci bagi Bush untuk mengurangi ketergantungan Irak terhadap AS, dan memuluskan jalan bagi penarikan kembali pasukan tentaranya.Sedangkan Sekretaris Departemen Keuangan AS John Snow mengatakan, pinjaman IMF menjadi penyokong stabilitas ekonomi Irak untuk membantu fondasi Irak menjadi negara makmur.Sekadar diketahui, pada tahun lalu AS sempat sesumbar dengan menjanjikan akan menghapus 100 persen dari US$ 4,1 miliar utangnya kepada Irak. Namun hingga kini janji tersebut belum juga terealisasi. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads