Menteri Koperasi dan UKM Lepas Ekspor 27 Ton Ikan ke China

Inkana Putri - detikFinance
Senin, 15 Jun 2020 20:42 WIB
Kemenkop
Foto: Dok. Kemenkop
Jakarta -

Memasuki era new normal, percepatan pemulihan UKM mulai berjalan secara bertahap. Pemulihan ini juga beriringan dengan dilakukannya kick-off ekspor perdana ikan tenggiri dan ikan layur ke negara China.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan, kick off ekspor 27 ton ikan tenggiri dan ikan layur ke China merupakan reaktivasi kegiatan ekonomi. Kerja sama ekspor tersebut dilakukan oleh Grup PT Anugerah Tangkas Transportindo (ATT) melalui Andalan Ekspor Indonesia (AeXI) Hub.

"Ini adalah kic-koff untuk mulai reaktivasi kegiatan ekonomi, terutama untuk ekspor. Hari ini PT ATT dengan AeXI Hub ekspor untuk UMKM sudah kerja sama dengan Rumah Perubahan mengkonsolidasi produk nelayan dari berbagai daerah diaspora yang mencarikan market di China. Ini adalah kolaborasi yang bagus dan memang untuk mendorong ekspor UMKM," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (15/6/2020).

Hal tersebut dikatakan Teten usai melakukan pelepasan ekspor hasil UMKM nelayan menuju Dongguan China, di Slin Komira, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara pada Sabtu (13/6). Dalam acara tersebut, Teten mengakui, UMKM tidak bisa bergerak sendirian dalam melakukan ekspor, sehingga dibutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak agar tumbuh dan berkembang.

Teten mengatakan pemerintah kini sedang menggenjot ekspor produk UMKM. Adapun target yang ingin dicapai tahun ini sebesar 14% dan akan meningkat 2 kali lipat di tahun 2024. Hal ini terkait potensi perikanan di Indonesia yang melimpah di mana dari hasil produk sektor perikanan 96% adalah UMKM. Sementara market pasar di China yang bagus, menurut Teten, harus dimanfaatkan untuk menggerakkan roda perekonomian Indonesia.

"Ini sekarang lagi digenjot oleh pemerintah, kemarin tertunda dulu karena pandemi COVID-19. Target kita saat ini 14%, dan di 2024 ditargetkan 2 kali lipatnya. Kita sudah bisa mulai mengkonsolidasi hasil nelayan, sektor perikanan 96% hasil dari UMKM. Kita punya potensi ikan yang begitu besar, sehingga ekspor kita hari ini ke China, yang marketnya begitu besar, sudah tepat," paparnya.

Lebih lanjut, Teten mengatakan, pihaknya akan terus menjalin kerja sama dengan diaspora di berbagai negara dalam mempromosikan dan memasarkan produk UMKM melalui business to business dan business to customer. Sedangkan, dari pihak AeXI akan membantu terkait edukasi, kurasi dan inkubasi produk sehingga memiliki kualitas ekspor.

Teten memaparkan, terdapat empat komoditi ekspor yang tidak berhenti di tengah pandemi COVID-19 dan melibatkan banyak UMKM. Keempatnya meliputi komoditi ikan, arang batok kelapa, rempah-rempah dan buah.

"Kita ingin kerja sama terus untuk mendorong UMKM semakin banyak dan terus tumbuh. Dari pengalaman banyak negara dan studi oleh UI, UMKM yang bisa tumbuh dan berkembang itu adalah yang bermitra dengan usaha besar. Sayangnya, di kita baru 5 persen yang sudah terhubung dengan usaha besar," pungkasnya.

(prf/hns)