Pendapatan Sektor Perhubungan Turun, Tarif-tarif Bakal Naik?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 16 Jun 2020 12:16 WIB
Calon penumpang menunggu jadwal penerbangan di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (21/3/2020). PT Angkasa Pura II mencatat penurunan penumpang sebanyak 4-5 persen pada Februari dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang disebabkan oleh menurunnya pergerakan pesawat di bandara-bandara yang dikelola perusahaan sebesar enam persen akibat wabah COVID-19. ANTARA FOTO/Fauzan/aww.
Foto: ANTARA FOTO/FAUZAN
Jakarta -

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi membeberkan penurunan okupansi di transportasi umum secara nasional. Di tengah pandemi virus Corona (COVID-19) ini, okupansi pesawat udara hanya 10%, begitu juga dengan kereta api. Sementara, transportasi dalam kota seperti di DKI Jakarta dan Surabaya okupansinya hanya 30%.

"Kita sedang memetakan apa yang terjadi dari sektor perhubungan, berapa okupansi daripada moda-moda tersebut, apakah moda-moda itu survive. Kalau sekilas, udara itu baru 10%, kereta api juga 10%, yang sudah mendekati 30% itu angkutan regional seperti di Jakarta, Surabaya," ungkap Budi Karya dalam webinar Studium Generale Binus University, Selasa (16/6/2020).

Tingkat okupansi yang sangat kecil itu menyebabkan pendapatan sektor perhubungan juga menurun drastis. Untuk itu, saat ini pihaknya sedang meninjau solusi apa yang tepat khususnya untuk memperbaiki pendapatan sektor perhubungan ini.

"Masalahnya adalah, ini okupansinya turun maka penerimaan dari sektor perhubungan juga turun. Ini fakta yang harus ditinjau bersama-sama bagaimana ada solusi," kata Budi.

Namun, dalam upaya memperbaiki pendapatan sektor perhubungan ini, pihaknya akan tetap mengutamakan protokol kesehatan pencegahan virus Corona (COVID-19). Pasalnya, ia tak mau adanya gelombang kedua Corona dalam upaya perbaikan ini.

"Kita tetap harus perhatikan protokol kesehatan. Kami dari sektor perhubungan selalu menjadikan kesehatan jadi panglima, tidak dibayangkan seperti yang terjadi sekarang di Beijing ada second wave, kita tak ingin itu terjadi," tegasnya.

Menurut Budi, dalam pencarian solusi ini pemerintah tak bisa sendirian. Ia berharap, akademisi dapat memberikan saran-saran kepada Kementerian Perhubungan demi keberlangsungan sektor perhubungan di Indonesia.

"Tak mungkin lakukan ini saja oleh pemerintah. Kalau masyarakat sesuka hati, kalau universitas adalah lembaga berwibawa. Kalau universitas menyuarakan COVID-19 sebagai tantangan bangsa, kita harus tetap mengerjakan sektor ril agar bekerja dengan baik," pungkasnya.



Simak Video "Menhub: Transportasi Jadi Urat Nadi Pemulihan Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)