Pendapatan Anjlok 70%, Bluebird Kurangi Armada

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 16 Jun 2020 14:45 WIB
Ilustrasi Taksi Bluebird
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

CEO PT Blue Bird Tbk Noni Purnomo membeberkan pendapatan perusahaan yang anjlok hingga 70% di bulan April 2020 ini. Penyebabnya tak lain ialah pandemi virus Corona (COVID-19).

"Februari alhamdulillah Bluebird revenue-nya lebih baik dibandingkan tahun lalu. Tetapi ternyata pada bulan Maret langsung turun 50%, bulan April langsung turun 70%. Jadi kita memang menghadapi suatu krisis yang real," kata Noni dalam webinar Studium Generale Binus University, Selasa (16/6/2020).

Dengan kondisi tersebut, Bluebird mau tak mau mengurangi jumlah armada. Namun, menurut Noni, Bluebird tetap harus membuka layanan taksinya.

"Itu kita harus tetap bisa melayani meskipun jumlah armada kita jauh berkurang. Oleh sebab itu banyak hal yang kita lakukan," ujar Noni.

Pasalnya, ia membeberkan sebanyak 40.000 pengemudi dan karyawan lainnya menggantungkan nasib pada perusahaan.

"Kenapa kita hrs tetap survive? Karena kita punya tanggungan banyak sekali, 40.000 pengemudi dan karyawan yang bernaung, dan juga pelanggan kita yang setiap hari meskipun selama PSBB harus tetap melakukan perjalanannya seperti paramedis dan sebagainya," terang dia.

Di tengah pandemi ini, Bluebird tetap beroperasi dengan terus meningkatkan penerapan protokol kesehatan pencegahan virus Corona (COVID-19). Salah satunya ialah meningkatkan pembayaran non tunai di setiap armadanya.

"Meskipun masih banyak pelanggan yang cash, tapi kita langsung fokus pindahkan sebanyak mungkin ke cashless, baik itu dengan cara QRIS, menginstal banyak EDC sehingga kalau punya app dan tidak punya QRIS masih bisa pakai credit card. Kemudian enhance integrasi-integrasi payment di dalam aplikasi My Bluebird. Jadi banyak hal yang kita lakukan, salah satunya Go Digital Cashless," tutup Noni.



Simak Video "Sebentar Lagi, Tetap Cuan Saat Corona Lewat Bisnis Eks Taksi"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)