Ribuan Orang Ditolak Naik KA Jarak Jauh Sejak Dibuka 12 Juni

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 16 Jun 2020 16:35 WIB
Berdasarkan pantauan, terdapat 950 penumpang yang berangkat menggunakan KA Jarak Jauh  pada hari pertama pengoperasian kembali KA Reguler.
Ilustrasi/Foto: Dok. KAI
Jakarta -

Operasional kereta api (KA) jarak jauh dan lokal reguler sudah dibuka sejak 12 Juni 2020 lalu. Sejak itu pula, sebanyak 1.709 orang ditolak tidak bisa melakukan perjalanan karena tidak memenuhi syarat.

"Sejak dioperasikannya kembali KA reguler mulai 12 Juni, terdapat 1.709 penumpang KA jarak jauh yang ditolak berangkat pada tahap verifikasi berkas persyaratan untuk melakukan perjalanan," ujar Vice President Public Relations KAI, Joni Martinus melalui keterangan resmi yang dikutip detikcom, Selasa (16/6/2020).

Lebih rinci dijelaskan bahwa KAI telah menjual 7.888 tiket KA jarak jauh pada periode keberangkatan 12-15 Juni 2020. Dari total itu, 6.094 penumpang dibolehkan melanjutkan perjalanan dan 1.709 penumpang atau 22% sisanya ditolak berangkat.

Penumpang yang ditolak berangkat didominasi oleh penumpang yang tidak menyertakan surat bebas COVID-19 yang mana hal tersebut diwajibkan sesuai Surat Edaran (SE) Gugus Tugas COVID-19 No. 7 tahun 2020. Selain itu, penumpang yang biasanya ditolak karena tidak menyertakan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) bagi penumpang dengan relasi dari dan menuju DKI Jakarta.

Pada masa new normal, penumpang KA jarak jauh diharuskan membawa surat bebas COVID-19 yang masih berlaku dari Hasil PCR (berlaku 7 hari) atau rapid test (berlaku 3 hari). Atau surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh dokter dari rumah sakit/puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas test PCR atau rapid test. Setelah itu, calon penumpang harus mengunduh dan mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi pada perangkat seluler.

"Khusus penumpang dengan usia di bawah 3 tahun yang menggunakan KA jarak jauh, diminta untuk membawa face shield pribadi. Untuk penumpang dewasa, face shield akan disediakan oleh KAI," terang Joni.

Secara umum, setiap penumpang kereta api diharuskan dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, demam), suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celcius, wajib menggunakan masker, dan menggunakan pakaian lengan panjang atau jaket. Dengan adanya pemeriksaan persyaratan tersebut, Joni mengimbau kepada calon penumpang untuk datang paling lambat 30 menit sebelum jadwal keberangkatan.

"Kami berharap ketentuan-ketentuan di atas bisa dipatuhi dan dipersiapkan dengan baik oleh calon penumpang sebelum membeli tiket kereta api agar dapat bepergian menggunakan kereta api," imbuhnya.

Untuk informasi lebih lanjut terkait persyaratan penumpang pada masa new normal, masyarakat dapat menghubungi contact center KAI melalui telepon di (021)121, email cs@kai.id, atau media sosial KAI121.



Simak Video "PT KAI Pastikan Kereta Jarak Jauh Belum Beroperasi"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)