Angkut Penumpang Lagi tapi Terhalang Zona Merah, Ojol Masih Merana

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 17 Jun 2020 13:10 WIB
ojol
Foto: Tim Infografis: Luthfy Syahban
Jakarta -

Ojek online (ojol) di DKI Jakarta sudah boleh angkut penumpang lagi sejak seminggu lalu. Namun, ojol masih haram menerima pesanan dari zona merah di Jakarta.

Dengan tak bolehnya beroperasi di zona merah, para driver menyatakan hal ini jadi kendala. Menurut Ketua Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono daerah-daerah zona merah di Jakarta merupakan daerah dengan padat penduduk.

Artinya, potensi pemesanan mulai dari layanan ojek sampai antar barangnya banyak. Apabila dilarang beroperasi di daerah tersebut, maka potensi orderan yang besar akan hilang.

"Zona merahnya ini kan kebanyakan yang padat penduduk. Jadi banyak ordernya, baik penumpangnya maupun pesanan makanan dan barangnya. Nah ini yang jadi kendala juga buat kita," papar Igun saat dihubungi detikcom, Rabu (17/6/2020).

Zona merah sendiri, merupakan zona dengan resiko tinggi paparan Corona dan akan dikawal ketat Pemprov DKI Jakarta. Setidaknya ada 66 daerah zona merah di Jakarta yang masih butuh dijaga ketat.

Meski mengaku jadi hambatan, Igun sendiri mengatakan driver ojol tak ingin memaksakan untuk bisa beroperasi di zona merah, mengingat resikonya yang besar. Dia mengatakan pihaknya pun sudah mengimbau teman-temannya untuk menjauhi zona merah saat narik ojol.

"Tapi ya kita waspada sih, paham kita akan bahaya juga. Makanya, kami imbau teman-teman juga jangan nongkrong dekat-dekat zona merah," ungkap Igun.



Simak Video "Angkut Penumpang Lagi, Gojek Ikut Aturan Zonasi"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)