Dorong Produktivitas Perikanan, Politeknik AUP Kolaborasi dengan UNIDO

Mega Putra Ratya - detikFinance
Rabu, 17 Jun 2020 20:00 WIB
KKP
Foto: dok KKP
Jakarta -

Pada Selasa 16 Juni 2020, berlangsung Courtesy Call Meeting secara virtual antara Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, dengan United Nations for Industrial Development Organisation (UNIDO).

Diawali dengan penjelasan mengenai kerja sama UNIDO dan KKP, Dr. Nilanto Perbowo menggarisbawahi peran beberapa proyek hibah murni UNIDO yang didanai oleh SECO (Pemerintah Swiss) dalam mendukung pembangunan sektor perikanan di Indonesia baik dalam mendukung industri hulu maupun industri hilir.

Selanjutnya, dalam sambutannya, Menteri Edhy menyampaikan dukungan dan apresiasi atas kemitraan yang sudah terbangun antara UNIDO dan KKP melalui proyek Sustainable Market Access through Responsible Trading of Fish in Indonesia (SMART-Fish) dan Global Quality and Standards Programme (GQSP).

Ke depan, kemitraan yang sudah berjalan baik ini tentu perlu terus dipelihara dan dikembangkan terutama dalam mendorong produksi dan produktivitas perikanan di Indonesia. Disamping itu, Menteri Edhy juga menekankan bahwa penguatan bidang SDM sangat diperlukan guna mendukung percepatan pembangunan industri perikanan seperti di kawasan Indonesia bagian timur, merujuk kunjungan teranyar Menteri Edhy di Sulawesi belum lama ini.

Menteri Edhy menekankan membangun kemitraan global dalam mewujudkan pembangunan sektor kelautan dan perikanan dengan memperhatikan aspek keseimbangan pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Salah satu butir pembahasan yang mengemuka selama pertemuan virtual berlangsung yaitu pentingnya mendorong keterlibatan perguruan tinggi vokasi seperti Politeknik AUP (Jakarta Technical University of Fisheries) dalam mendorong peningkatan produktivitas industri perikanan melalui program peningkatan kompetensi lulusan.

Prof. Sjarief Widjaja selaku Kepala BRSDMKP menegaskan bahwa program UNIDO dapat disinergikan dengan konsep Teaching Factory (TEFA) yang saat ini sudah berjalan pada lembaga pendidikan tinggi vokasi milik KKP. Kombinasi program peningkatan produktivitas antara KKP dan UNIDO rencananya akan dimulai dengan kegiatan pilot project di Politeknik AUP.

Lebih lanjut, sebagai salah satu inisiator Courtesy Call Meeting antara KKP dan UNIDO, Ilham, PhD - Direktur Eksekutif Institute of Productivity, Research, Innovation and Development for Fisheries (iPRIDE4Fish) sekaligus Plt Wadir II Politeknik AUP - menyampaikan bahwa agenda utama pertemuan tersebut mencakup penguatan kemitraan antara KKP dan UNIDO, adaptasi kegiatan proyek terkait dengan wabah pandemi Covid-19, serta eksplorasi bidang-bidang prioritas lainnya yang dapat didukung oleh pembiayaan SECO-UNIDO disamping kerjasama yang telah dan tengah berjalan.

Salah satu bentuk kemitraan penting antara Politeknik AUP dan UNIDO adalah dukungan terhadap sinergi lembaga pendidikan dan dunia usaha serta dunia industri (DUDI) perikanan atau juga dikenal sebagai "academia-industry linkage".

"Kami mengemas program kemitraan dengan DUDI melalui productivity improvement yang menguntungkan baik bagi pihak mitra industri maupun bagi Politeknik AUP", papar Ilham, PhD. Terlebih, sebagai lembaga pendidikan tinggi vokasi, sinergi antara Politeknik AUP dan DUDI mutlak diperlukan.

Melalui productivity improvement program, kedua pihak - mitra industri dan Politeknik AUP - berupaya memecahkan persoalan-persoalan yang kerap dihadapi di lapangan baik pada industri perikanan hulu maupun hilir. Plt. Direktur Politeknik AUP, Dra. Ani leilani, M.Si., menjelaskan bahwa setiap tahun Politeknik AUP bersama dengan mitra DUDI merancang program peningkatan produktivitas industri budidaya dan pengolahan ikan. Program ini mendapatkan didukung oleh UNIDO dan disupervisi oleh tenaga ahli nasional maupun internasional.

UNIDO menyampaikan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan KKP termasuk Politeknik AUP. Saat ini, lembaga ekselen iPRIDE4Fish adalah mitra penting UNIDO dalam mempromosikan program productivity improvement pada industri perikanan yang melibatkan perguruan tinggi dan DUDI melalui problem-solving internship program.

Program ini juga telah menjadi best practices yang sudah mendapatkan apresiasi oleh beberapa lembaga internasional seperti Institute of Productivity (IoP) di Inggris, International Association of Fish Inspectors (IAFI) di Australia, Sustainable Seafood and Nutrition Security (SSNS) - Uni Eropa, dan sebagainya.

Sebagai penutup, Menteri Edhy berpesan bahwa sebagai bangsa yang dikaruniai sumber daya laut dan ikan yang besar, Pemerintah melalui KKP terus berupaya untuk mengimplementasikan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya sehingga dapat dinikmati untuk kesejahteraan masyarakat baik oleh generasi saat ini maupun oleh generasi mendatang.

Salah satu strategi penting menurut Menteri Edhy adalah perlunya peningkatan produktivitas industri perikanan melalui penguasaan dan pengembangan teknologi - dan ini menjadi bagian dari tugas dan tanggungjawab lembaga perguruan tinggi vokasi KKP seperti Politeknik AUP.

Courtesy Call Meeting ini adalah untuk yang pertama kali sejak UNIDO berkolaborasi dengan KKP yang dimulai dari SMART-Fish Project (2014-2019). Turut mendampingi MKP pada pertemuan kali ini adalah Dr. Nilanto Perbowo (Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing), Dr. Slamet Soebjakto (Direktur Jenderal Perikanan Budidaya), Prof. Sjarief Widjaja (Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia), dan Dr. Rina (Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendali Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan).

Disamping itu, Agung Tri Prasetyo, MA (Kepala Biro Humas dan Kerjasama Luar Negeri), Ani Leilani, M.Si. (Plt. Direktur Politeknik AUP, ex STP), dan Ilham, PhD (Direktur Eksekutif Institute of Productivity, Research, Innovation and Development for Fisheries, iPRIDE4Fish, Politeknik AUP) juga turut mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan dalam pertemuan tersebut. Sementara itu, delegasi UNIDO terdiri dari Steffen Kaeser (Chief Quality and Infrastructure), Nima Bahramalian (Industrial Development Expert), Prof. Mike Dillon (Seafood Industry Productivity Expert), dan Sudari Prawira (Chief Technical Advisor SMART-Fish Indonesia), serta para tenaga ahli nasional yang terlibat dalam program UNIDO di Indonesia.



Simak Video "Rincian Rp 1,24 T, Anggaran Tambahan yang Diminta Edhy Prabowo"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ang)