Waduh, Sri Mulyani Prediksi Daya Beli 0% di Kuartal II-2020

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 18 Jun 2020 20:30 WIB
Sri Mulyani Lebaran
Foto: Sylke Febrina Laucereno
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksi daya beli atau tingkat konsumsi rumah tangga turun ke level 0% di kuartal II-2020. Hal itu menyusul rendahnya realisasi inflasi pada Mei 2020.

Realisasi inflasi pada Mei 2020 sebesar 0,07% dikarenakan rendahnya daya beli masyarakat. Pasalnya, angka tersebut menjadi inflasi Lebaran paling rendah sejak 1978.

"Kami perkirakan kuartal II, konsumsi rumah tangga yang tadinya masih bisa tumbuh sekitar 3% akan mengalami pelemahan lebih lanjut di kisaran 0%," kata Sri Mulyani saat rapat kerja (raker) bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) tahun anggaran 2021, Kamis (18/6/2020).

Untuk mengatasi masalah inflasi, Sri Mulyani meminta Bank Indonesia bisa memberikan kebijakan moneter yang lebih akomodatif lagi. Sedangkan dari sisi pemerintah, dirinya bilang akan menjaga stabilitas inflasi agar momentum pemulihan ekonomi nasional cepat terealisasi.

"Bagaimana kita bisa kembalikan inflasi ke kuartal selanjutnya, akan jadi salah satu bagian terpenting dalam skenario pemulihan ekonomi Indonesia tahun 2020, yang kita harapkan momentumnya diakselerasi di tahun 2021," ungkapnya.

"Karena inflasi tidak jadi salah satu ancaman pada saat ini, kita berharap Bank Indonesia juga bisa lebih memberikan kebijakan moneter yang lebih akomodatif. Hari ini BI sudah turunkan (suku bunga) 25 bps pada angka 4,25 % namun kita lihat inflasi kita masih di sekitar angka 2 bahkan di bawah 3%," tambahnya.



Simak Video "Pemerintah Berniat Tambah Gaji Pekerja yang di Bawah Rp 5 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/fdl)