Banggar DPR Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 1,5%

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 19 Jun 2020 20:07 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat realisasi pertumbuhan ekonomi secara kumulatif atau sampai September 2018 sebesar 5,17%.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Badan Anggaran DPR RI memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini berada di kisaran 1,5%. Hal itu dengan mencermati perkembangan ekonomi makro pada pertengahan tahun ini.

Demikian disampaikan Ketua Badan Anggaran Said Abdullah dalam keterangannya, Jumat (19/6/2020).

"Mencermati perkembangan ekonomi makro pada pertengahan tahun 2020 ini, saya memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 1,5%. Artinya jika pada pertumbuhan ekonomi tahunan pada tahun 2019 sebesar Rp 15.833 triliun, maka PDB total pada akhir tahun 2020 berkisar Rp 16.070,49 triliun," terangnya.

Proyeksi itu mengandaikan langkah pemerintah berhasil menangani COVID-19. Kemudian, program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) menjadi stimulus efektif untuk menjaga daya beli masyarakat dan menggerakkan sektor riil, terutama UMKM.

Lanjutnya, keberhasilan program PEN akan menjadi landasan dalam penyusunan RAPBN Tahun 2021 berdasarkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF). Sehingga RAPBN tahun 2021 akan dapat menjadi stimulus yang lebih produktif, efektif dan efisien untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perbaikan neraca keuangan pemerintah.

"Keberhasilan program PEN pada tahun 2020 ini menjadi kunci penguatan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2021. Asumsi pertumbuhan ekonomi yang diajukan pemerintah dalam KEM PPKF 2021 berkisar 4,5 -5,5%. Saya berpandangan asumsi ini cukup optimistis dan bisa direalisasikan, namun bukan tanpa reserve," jelasnya.

Dia menuturkan, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi pemerintah untuk mencapai target itu. Sebutnya, sektor riil yang terpukul dapat pulih pada rentang waktu 2020 lalu gejala menurunnya daya beli masyarakat dengan inflasi hingga semester I-2020 yang mencapai 2,6% sebagai gejala penurunan daya beli masyarakat dapat dipulihkan pada tahun 2020.

"Perdagangan internasional, terutama kinerja ekspor membaik dengan pertumbuhan lebih dari 1% pada tahun 2020, impor terutama impor bahan baku tumbuh positif dan bisa dipulihkan pada tahun 2020," ungkapnya.



Simak Video "Penjelasan BPS Soal Ekonomi RI 2020 Terburuk Sejak Krismon 98"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/ara)