Awas! PNS yang Tak Produktif Bisa Dimutasi

Vadhia Lidyana - detikFinance
Sabtu, 20 Jun 2020 22:15 WIB
Hari ini para PNS Pemprov DKI Jakarta mulai beraktivitas normal. Tingkat absensi pada hari pertama masuk kerja hadir 100 persen.
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo berencana menyusun program jangka panjang dalam mengubah sistem manajemen dan juga perekrutan Aparatur Sipil Negara (ASN)/Pegawai Negeri Sipil (PNS) di masa mendatang. Rencana jangka panjang ini dirasa perlu untuk menyesuaikan kebutuhan pemerintah dengan formasi PNS yang ada, maupun formasi baru nantinya.

"Program jangka panjang dengan penataan dari awal. Kan tidak bisa PNS dipercepat pensiun, harus menunggu masa pensiun/atau yang bersangkutan minta pensiun dipercepat. Poinnya penerimaan ASN sesuai kebutuhan dan kompetensi. Ya pasti yang sekarang ada tidak mungkin dipensiunkan semua. Harus penataan bertahap terencana membangun tatanan pemerintahan baru," kata Tjahjo ketika dihubungi detikcom, Sabtu (20/6/2020).

Dihubungi secara terpisah, Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum, dan Kerja Sama Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono mengatakan, selama ini terutama ketika kebijakan bekerja dari rumah (WFH) ternyata banyak PNS yang tidak produktif.

Oleh sebab itu, penyusunan ulang sistem manajemen SDM PNS dirasa perlu demi memastikan kompetensi dari aparatur negara tersebut sesuai dengan kebutuhan.

"Pasti ada ya PNS yang tidak produktif selama WFH terutama PNS yang tidak adaptif terhadap penggunaan teknologi informasi dalam penyelesaian pekerjaan. Bahkan Menteri PAN dan RB pernah menyatakan bahwa saat ini ada kelebihan pegawai yang tidak sesuai dengan kompetensi yang diperlukan," jelas Paryono kepada detikcom.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Pemerintah Mau Pangkas Jumlah PNS, Optimalkan Teknologi"
[Gambas:Video 20detik]