Ancaman Nyata! Pengangguran di RI Bisa Tembus 12 Juta Tahun Depan

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 22 Jun 2020 13:48 WIB
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengikuti rapat kerja bersama Komite I DPD RI. Raker itu membahas Ibu Kota Negara baru.
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa mengkhawatirkan adanya peningkatan jumlah pengangguran di Indonesia akibat pandemi virus Corona alias COVID-19. Dia bilang tingkat pengangguran terbuka (TPT) nasional berpotensi mencapai 10,7 juta sampai 12,7 juta orang di tahun 2021.

"Dikhawatirkan pada 2021 pengangguran sampai 10,7 sampai dengan 12,7 juta orang," kata Suharso di ruang rapat Komisi XI DPR RI, Jakarta, Senin (22/6/2020).

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan jumlah TPT pada Februari 2020 sebanyak 6,88 juta orang atau bertambah 60 ribuan orang dari tahun 2019. Menurut Suharso, pandemi COVID-19 bisa menambah sekitar 4 juta sampai 5,5 juta orang pengangguran. Pasalnya, banyak perusahaan atau pabrik yang merumahkan bahkan melalukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dilihat dari sektor, Suharso mengatakan yang paling berpotensi bertambah jumlah TPT-nya adalah industri manufaktur, perdagangan, konstruksi, jasa perusahaan dan akomodasi, lalu makanan dan minuman (mamin).

Oleh karena itu, dirinya berharap program pemulihan ekonomi nasional (PEN) dapat menahan peningkatan TPT di tahun 2021. Pasalnya dengan anggaran sekitar Rp 695,2 triliun, sebagian besar ditujukan untuk dukungan usaha.

"Jadi kita berharap bisa dikembalikan setidak-tidaknya mendekati sebelum pandemi," ungkapnya.

Pada tahun 2021, Bappenas memasang target TPT ada di level 7,7-9,1%, sedangkan di tahun sebelumnya mencapai 8,1-9,2%. Adapun, realisasi pada tahun 2019 sebesar 5,28%.



Simak Video "Akibat Corona, Pengangguran di RI Bisa Tembus 12 Juta Tahun Depan"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/ara)