Rare Earth, Bahan Baku Senjata yang Dibahas Luhut-Prabowo

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 23 Jun 2020 07:15 WIB
Menteri Koordinator Kemaritiman
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan/Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan buka suara terkait pertemuannya dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pekan lalu. Menurut Luhut, pertemuan dengan Prabowo salah satunya membahas timah dan rare earth atau logam tanah jarang untuk senjata.

Prabowo memang sempat menyambangi kantor Luhut pekan lalu tepatnya pada 15 Juni 2020 sekitar pukul 17.20 WIB sore hari. Akan tetapi, keduanya saat itu sama-sama bungkam terkait pertemuan mereka.

Lalu, apa itu rare earth?

Mungkin tak banyak yang tahu, pasir timah yang biasa diekspor ilegal dari Bangka Belitung (Babel) mengandung mineral tanah jarang (rare earth). Mineral ini memiliki harga jual tinggi.

Tanah jarang bisa dijual hingga 10 kali lipat lebih tinggi dibanding timah itu sendiri. Komponen satu ini bahkan bisa digunakan untuk partikel nuklir, untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) hingga komponen elektronik.

"Tanah jarang atau rare earth ini mineral ikutan, dari proses pemurnian timah itu kan diayak istilahnya dimurnikan, dan mineral pasir itu mengandung tanah jarang atau monazite namanya," ujar Direktur Utama PT Timah kala itu, Sukrisno saat berbincang dengan detikcom, Minggu (28/6/2015).

Tanah jarang bisa diproses menjadi 12 komponen, termasuk monazite, thorium, dan lainnya. Salah satu yang paling potensial untuk dijual adalah monazite, yang dikembangkan PT Timah dengan membangun sebuah pabrik kecil pengolahan tanah jarang.

Terkait dengan harga, Sukrisno mengatakan, tanah jarang ini harganya lebih mahal dibanding timah. Dia menyebut harganya bisa mencapai 10 sampai 12 kali lebih mahal dibanding timah.

"Harganya itu katanya 10 sampai 12 kali lebih mahal, dan dijualnya per kg," tuturnya.

Sukrisno mengatakan, tanah jarang tersebut bisa dijual per kg, sedangkan pasir timah dijual per metrik ton.



Simak Video "Luhut: Laju Penyebaran Covid-19 Menurun 7 Hari Terakhir"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)