Industri Penerbangan Diprediksi Mulai Pulih Juli, Syaratnya...

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 23 Jun 2020 17:28 WIB
Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi bandara terpadat di kawasan ASEAN dan pergerakan pesawat di bandara ini pun terus meningkat.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Industri aviasi babak-belur dihantam pandemi COVID-19 seiring menurunnya jumlah penerbangan karena adanya pembatasan mobilitas masyarakat. Baik maskapai maupun operator bandara pun harus putar otak untuk memulihkan bisnisnya.

Menurut President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin perlu adanya peningkatan kolaborasi di antara pemangku kepentingan terkait untuk membuat sektor penerbangan kembali rebound.

"Sektor penerbangan nasional memiliki kemampuan berkontribusi besar dalam mendukung aktivitas dan perekonomian Indonesia. Tiga kelebihan di moda transportasi udara yaitu flexibility untuk mendukung pergerakan orang, lalu capacity untuk mobilisasi besar, serta connectivity untuk menyatukan Indonesia yang merupakan negara kepulauan," kata dia melalui keterangan tertulis, Selasa (23/6/2020).

Pihaknya memperkirakan pada Juli 2020 sektor penerbangan dapat memasuki masa recovery di tengah pandemi COVID-19 dengan memanfaatkan tiga hal di atas.

"Jangan sampai tiga kelebihan yang dimiliki sektor penerbangan itu menghilang begitu saja karena pandemi COVID-19. Harus ada perbaikan supaya kontribusi sektor penerbangan tetap terjaga dan ditingkatkan pada masa adaptasi kebiasaan baru ini," lanjutnya.

Dijelaskannya saat ini ada tiga isu yang harus diselesaikan oleh stakeholder transportasi udara, yaitu terkait slot time penerbangan, rute penerbangan, dan frekuensi penerbangan di dalam satu rute.

"Slot time penerbangan harus dimaksimalkan, lalu rute penerbangan harus kembali diaktifkan, dan frekuensi penerbangan di rute yang sudah aktif harus ditingkatkan dari yang ada sekarang," ujarnya.

Di tengah pandemi ini, lanjut dia, pihaknya selaku operator bandara akan memaksimalkan slot time penerbangan di bandara.

"Kami mendorong sebaran slot time penerbangan lebih merata. Komunikasi akan dilakukan dengan pihak terkait termasuk maskapai agar tidak ada lagi saling mengajukan penerbangan hanya di jam-jam tertentu, sehingga banyak alternatif pilihan jam penerbangan bagi para pengguna jasa," terangnya.

Pihaknya akan membahas bersama maskapai agar rute-rute yang saat ini belum aktif bisa kembali dibuka.

"Kendala saat ini adalah masyarakat sulit melakukan perjalanan antara lain karena rutenya tidak ada dan frekuensi penerbangan sedikit misalnya di satu rute hanya ada 1-2 kali penerbangan per hari. Harus dipikirkan bagaimana seluruh stakeholder transportasi udara ini bersama-sama dapat menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat," jelasnya.

Kepercayaan masyarakat juga ditumbuhkan dengan dipatuhinya prosedur yang mengedepankan kesehatan, keselamatan dan keamanan penerbangan.

Salah satu teknologi digital untuk mempermudah penumpang menjalani prosedur di bandara adalah melalui aplikasi Travelation dari PT Angkasa Pura II untuk mengecek secara digital dokumen perjalanan penumpang.

"Kementerian Perhubungan sudah menerbitkan regulasi yang memperbolehkan adanya dukungan teknologi dalam operasional bandara. Penggunaan teknologi ini harus dimaksimalkan stakeholder guna mempermudah penumpang pesawat menjalani prosedur sehingga kapasitas slot time dan pergerakan penumpang juga bisa ditingkatkan," tambahnya.



Simak Video "Kapten Vincent: Jangan Takut Naik Pesawat!"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/zlf)