Cerita Serangan Awal Corona ke RI, Mahfud MD: Kita Kaget

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 23 Jun 2020 20:30 WIB
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md
Foto: Andhika Prasetia
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD bercerita soal kehadiran Corona (COVID-19) yang secara tiba-tiba masuk Indonesia. Dia menyebut pemerintah kaget pada saat kasus pertama virus Corona di Tanah Air karena belum ada persiapan terkait peralatan.

"Itu terasa sekali di awal-awal April ketika kita kaget dengan COVID masuk ke Indonesia, kita tidak punya berbagai peralatan yang diperlukan," kata Mahfud dalam webinar 'Peran Aktif Pemerintah Daerah dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI)', Selasa (23/6/2020).

Misalnya untuk perlengkapan alat pelindung diri (APD) hingga ventilator. Untuk memenuhi kebutuhan itu harus berebut dengan negara lain karena seluruh dunia sedang membutuhkan terkait peralatan penanganan COVID-19 itu.

"Mau beli ke luar negeri itu susah. Berebutan dengan negara lain misalnya ada barang ini APD, ini alat tes, ini itu ternyata berebutan dengan negara-negara besar juga. Katanya Amerika juga pesan, ini pesan, Indonesia pesan," ucapnya.

Sampai pada suatu waktu, Mahfud bilang, pemerintah tidak lagi memikirkan harga. Yang terpenting ada barang impor yang bersedia kirim ke Indonesia untuk keperluan penanganan COVID-19.

"Jadi asal ada dan bersedia kirim ke Indonesia, kita kirim saja. Nggak tanya lagi harganya pada waktu itu karena ingin menyelamatkan bangsanya sendiri-sendiri. Itu pun susah terpenuhi, kita sudah membelinya dengan susah payah, tidak tanya, langsung pesan sedapatnya," imbuhnya.

Namun di sisi lain, Mahfud melihat dari pandemi ini terjadinya deglobalisasi atau berkurangnya saling ketergantungan antar negara, termasuk Indonesia.

"Terjadinya deglobalisasi ini ditandai karena sekarang sesudah ada COVID-19 terasa terjadi persaingan antar negara yang ingin memajukan dan menyelamatkan negara dan bangsanya sendiri-sendiri," ujarnya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Dengan adanya deglobalisasi, pemerintah telah meluncurkan gerakan nasional 'Bangga Buatan Indonesia' untuk menjaga kelangsungan ekonomi nasional dengan membeli produk dalam negeri.

"Jadi kalau tadinya kita bicara globalisasi, sekarang orang bicara deglobalisasi. Jadi gerakan nasional ini menggugah seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk menjaga kelangsungan ekonomi nasional dengan membeli produk dalam negeri," kata Luhut dalam kesempatan yang sama.



Simak Video "17 Oktober, Hasil Investigasi TGPF Penembakan di Intan Jaya Rampung!"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)