Kiat Moncer Bisnis Jualan Online Saat Pandemi Corona

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 25 Jun 2020 06:45 WIB
Bisnis kuliner online
Ilustrasi/Foto: Getty Images/wundervisuals
Jakarta -

Berbisnis di tengah pandemi menjadi tantangan tersendiri untuk pelaku usaha. Namun hal tersebut bisa terus dilakukan dengan diiringi strategi jitu supaya tetap cuan.

Misalnya dengan memperhatikan secara seksama potensi pasar yang berkembang. Pasalnya saat pandemi ini, pasti ada sektor yang turun dan sektor yang mengalami kenaikan.

Bagaimana ya caranya?

Pakar marketing, Dewa Eka Prayoga menjelaskan pandemi yang terjadi selama tiga bulan terakhir ini memang membuat masyarakat harus berdiam diri di rumah. Hal ini menjadi tantangan untuk para pelaku usaha yang berbasis offline.

"Sekarang ini apa sih yang terjadi saat Corona? Market behavior bergeser, orang jadi diam di rumah. Bayangkan saja mal jadi sepi, bioskop jadi kosong, kafe jadi sepi," kata dia dalam acara d'mentor di detikcom, Selasa (23/6/2020).



Dengan lebih banyaknya orang yang berdiam diri di rumah, maka orang yang berpenghasilan secara harian pasti akan sangat terdampak. Untuk itu, dia menjelaskan ada beberapa solusi yang bisa dilakukan agar bisa tetap menjalankan usaha di tengah pandemi. Misalnya jangan mengerjakan sektor yang butuh waktu dan tenaga banyak untuk produksi seperti di bidang fesyen.

Dia menyarankan agar bisa mencoba dengan menjadi reseller yang modalnya bisa dimulai dari Rp 500 ribu.

"Join dulu nanti punya akses jual produk dia, dipelajari apa saja ilmunya tapi dapat profit juga," jelas dia.

Selain itu jika tidak ada modal menjadi reseller bisa menjadi dropshipper yang tanpa modal. Kiatnya hanya dengan mencari rekanan yang baik.

"Bisa jadi dropship dulu kan kita ngejualin barang orang dulu. Kita cari ilmunya kita pelajari dulu," ujar dia.

Apalagi untuk orang yang baru memulai usaha, situasi saat ini tentu jadi tantangan terbesar. Namun menurut pria berjuluk Dewa Selling ini, calon pengusaha harus berani.

"Kalau modal berani doang terus rugi bagaimana? Nah makanya jangan usaha yang ada risiko produksinya dulu, mending jualan produk orang lain dulu ilmunya diambil, contohnya begini, iklan begini," ujarnya.

Kemudian harus memiliki target, misalnya dalam jangka waktu enam bulan ke depan bisa meningkatkan skill dengan ilmu-ilmu yang sudah dikantongi dari tempat belajar sebelumnya.


Maksimalkan Medsos

Media sosial menjadi sarana berjualan yang ampuh di tengah masa pandemi seperti sekarang. Pakar digital marketing Dewa Eka Prayoga alias Dewa Selling menjelaskan media sosial yang digunakan untuk berdagang punya kekuatannya masing-masing lantaran jenis pasar tiap media sosial berbeda.

"Kita tidak bisa menyamakan semua media sosial, jadi harus menentukan produk dulu nih seperti apa yang akan dijual. Misalnya orang mau cari kipas angin, beli rumah mereka akan mencari dulu kan," kata pria yang akrab disapa Kang Dewa ini.

"Tiktok ini juga kenceng banget, tapi sekali lagi target marketnya itu milenial banget ya," jelasnya.

Sedangkan untuk barang yang impulsif alias tidak direncanakan dan mendadak bisa menggunakan marketplace.

"Seperti kalau mau beli air mineral itu kita masuk ke toko, tapi ambil juga yang lain seperti permen atau snack. Jadi memang setiap media dan target pasar itu punya cara masing-masing,' ujar dia.



Simak Video "Tiga Tips Mulai Berusaha Saat Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/eds)